Peta Politik Pilkada Solok Berubah

admin

SOLOK, KP – Seperti yang sering didengar, dalam politik tidak ada musuh ataupun teman yang abadi.Seperti halnya yang dialami Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdinyang beberapa waktu lalu santer dikabarkan akan berpasangan dengan H. Epyardi Asda, sang pengusaha dan juga mantan anggota DPR RI tiga priode.

Selain itu, keduanya merupakan sahabat baik sejak 20 tahun terakhir. Namun sekitar pertengahan Juli 2020 lalu, keduanya dikabarkan tidak akan bersama pada saat Pilkada Kabupaten Solok tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Yang teranyar, pasangan H. Desra Ediwan Anantanur, yang sudah mengumumkan ke publik akan berpasangan dengan Agus Syahdeman, bahkan ratusan baliho juga sudah dipasang diseluruh nagari di Kabupaten Solok, juga dikabarkan akan ‘pisah ranjang’. Hal ini tentu akan membawa perubahan bagi peta politik Kabupaten Solok mendatang.

Sebelumnya H. Desra Ediwan, juga sudah berpisah dengan H. Sabrana, politisi dari Gerindra. Bahkan pasangan ini merupakan yang pertama kali mengumumkan ke publik, kalau mereka sudah sepakat dan dideglarasikan sekitar 2 tahun lalu. Namun ditengah jalan merekapun kembali berpisah.

Sejak kejadian itu, Desra Ediwan meminang Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Agus Syahdeman, yang juga merupakan rivalnya pada Pilkada Kabupaten Solok pada tahun 2014 lalu. Namun keduanya ditumbangkan oleh Gusmal dan Yulfadri Nurdin.

Yang juga sangat mengejutkan,bakal calon Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur, memilih mengakhiri tunangan mereka. Agus Syahdeman, memilih mundur dari bursa, meski ratusan baliho dan alat peraga kampanye dirinya berpasangan dengan Desra Ediwan sudar tersebar merata di Kabupaten Solok.

Sikap ksatria Agus Syahdeman ditunjukkan saat menggelar pertemuan dengan Desra Ediwan, mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok Hardinalis Kobal, pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, serta sejumlah wartawan, di sebuah rumah makan di Selayo, Kecamatan Kubung, Minggu sore (2/8).

Alasan utama Agus Syahdeman mundur dari Bursa Pilkada Kabupaten Solok karena Partai Demokrat tidak jelas. Bahkan menunjukkan sikap bakal mendukung kandidat lain.

Menurut Agus Syahdeman atau akrab dipanggil Uncu itu, sepertinya Partai Demokrat mendukung kandidat lain untuk Pilkada Kabupaten Solok. “Daripada nanti mundur di hari H, lebih baik hari-hari ini mundur dan tentunya saya tidak ingin mengorbankan Bapak Desra Ediwan pada Pilkada nanti,” sebut Agus Syahdeman.

Pihaknya membantah jika dirinya mundur dari Desra Ediwan, bukan karena persoalan pribadi. Namun, benar-benar karena partai. Pihaknya tidak menampik dalam bahwa ke depan dirinya bisa saja akan mendampingi kandidat lain tergantung keinginan partai.

Namun ia menegaskan, secara pribadi pihaknya tidak ada persoalan dengan Desra. “Sebagai kader partai, tentunya saya akan mengikuti dan selalu siap dengan keputusan partai Demokrat,” sebut Agus Syahdeman.

Namun bagi Desra Ediwan, berpisah dengan Agus Syahdeman merupakan kali kedua dirinya bercerai dengan calon pasangannya menghadapi Pilkada Kabupaten Solok 2020. Sebelumnya, Desra juga telah menebar baliho di seluruh pelosok Kabupaten Solok bersama Sabrana, kader Partai Gerindra, mantan Anggota DPRD Sumbar periode 2014-2019.

“Secara pribadi, kami berdua tidak ada masalah, namun kalau memang ada tekanan dari partai, itu memang di luar kehendak kita. Intinya, tidak ada persoalan antara kami berdua. Dulu Agus Syahdeman datang baik-baik dan saat ini pamit juga baik-baik. Itu yang jantan,” sebut Desra Ediwan.

Meski tidak jadi bersama, Desra mengaku tetap optimistis menatap Pilkada Kabupaten Solok 2020. Desra mengatakan, dalam waktu dekat, dia akan membangun komunikasi dengan bakal kandidat lain. Apalagi, ada sejumlah kandidat yang juga memberikan sinyal kuat untuk berpasangan dengan dirinya.

Target utama adalah memang mencari pasangan di daerah Kabupaten Solok bagian tengah. Apalagi, di kawasan tengah belum nampak muncul adanya bakal calon Bupati.

“Setidaknya ada beberapa nama yang kami jadikan target. Dan Insyaallah kita tetap fokus maju dan menjalin komunikasi dengan parpol lain,”sebut Desra Ediwan. (wandy)

Agus Syahdeman dan Desra Ediwan yang menyatakan diri untuk bercerai pada Pilkada Kabupaten Solok mendatang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ibadah Kurban Ikut Pupuk Tradisi Gotong royong Masyarakat

BATUSANGKAR, KP – Gotong royong sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia, penerapannya bisa dilihat di setiap kegiatan sosial, salah satu contohnya penyembelihan hewan qurban yang dilakukan jemaah surau Al-Iklas Kapas Cancang, Jorong Balai Gadang, Kecamatan Sugayang, Sabtu (1/8). Wakil Bupati Tanahdatar Zuldafri Darma hadir menyaksikan kegiatan itu, terlihat tua dan […]