18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

TRAGEDI SELFIE MAUT KAKAK BERADIK Sang Adik Ditemukan Meninggal Dunia

PADANGAPRIAMAN, KP – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban hanyut di Sungai Batang Anai, Korong Titian Akar, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu sore (2/8).

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)PadangpariamanBudi Mulya mengatakan korban berinisial S (8 tahun) ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, tim melihat korban dalam keadaan mengapungkemudian dievakuasi ke pinggir sungai.

Sementara, Kapolsek Batang AnaiIptu Aruman menyebutsetelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Puskesmas Pasar Usangdengan mobil ambulanPMI Padangpariaman. Selanjutnya pihak puskesmas mengirim korban ke RSUP M. Djamil Padang untuk dilakukan pembersihan dan diberikan formalin (pengawet – red)karena korban akan dibawa pihak keluarga ke Dumai untuk dimakamkan.

Ia mengungkapkan, pihak keluarga telah menyatakan untuk tidak dilakukan autopsi serta proses hukum atas kejadian tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bermaksud ingin foto selfie di pinggir bibir Batang Anai, dua orang kakak beradik asal Pekanbaru justru tercebur masuk sungai, Sabtu lalu (1/8). Kejadian naas yang menimpa GRP (11 tahun) dan SA (8 tahun) itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban yang baru datang dari Pekanbaru, Riau, diajak oleh pamannya bermain di tepi Batang Anai. Namun ketika berfoto selfie di bibir sungai, korban terpeleset. Saat itu air sungai sedang pasang sehingga kedua korban GRP dan S hanyut terbawa arus.

Paman korban memberitahukan peristiwa itu kepada saksi Zet Doni Efendi. Informasi itu diteruskan kepada warga lainnya. Kemudian dilakukan pencarian di sekitar aliran Batang Anai. Sekira pukul 12.30 WIB, salah seorang warga bernama Tasman Hadi menemukan tubuh korban GRP mengapung di tepian pasir Korong Lakuak Nagari Sungai Buluh. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Pasar Usang namun menurut keterangan dokter korban sudah meninggal Dunia.

Tim BPBD Padangpariaman dibantu Personil Polsek Batang Anai, Koramil 09, dan masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban S (8 tahun) dan ditemukan pada Minggu sore (2/8) dalam kondisi meninggal dunia.

Terpisah Direktur Lembaga Pelayanan Korban Tindakan Kekerasan Perempuan dan Anak (LPKTPA) Pariaman Fatmi Yeti Kahar menyesalkan kejadian tersebut yang menyebabkan hilangnya dua nyawa anak yang merupakan kakak beradik.

“Beberapa waktu lalu kejadian serupa juga terjadi di Lubuk Alung di mana akibat kalalaian orangtua, dua anaknya tewas dalam lubang bekas tambang galian C,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu sanksi hukuman bagi orang terdekat anak yang menyebabkan terjadinya kehilangan nyawa ataupun salah pergaulan.

“Perlu juga diberikan hukuman pidana bagi orang tua atau paman dari anak agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya.(war)