18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

DPRD Pasbar Sidak Lokasi TPA Sampah di Muara Kiawai

SIMPANGEMPAT, KP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Parizal Hafni didampingi Sekretaris Komisi III Dedi Lesmana dan Anggota Komisi I Muhammad Guntara, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Senin (3/8) lalu.

Sidak itu digelar atas laporan dari masyarakat, terkait status lahan yang digunakan Pemerintah Daerah (Pemda) Pasbar sebagai TPA Sampah. Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Pasbar, Muhammad Guntara kepada Koran Padang, bahwa pihaknya mempertanyakan status lahan itu sendiri, apakah sudah milik Pemda seutuhnya atau malah sedang bersengketa. “Kita melihat sudah banyak tanaman masyarakat di sekitar TPA ini. Sementara lahan ini dulunya yang dibayar oleh Pemda seluas 10 hektare,” katanya di Simpang Empat, Selasa (4/8).

Ia mengatakan, dari pantauan mereka di lapangan, lahan yang tersisa belum ditanami masyarakat hanya tinggal sekitar 2 hektare lagi dari total awalnya seluas 10 hektare. “Parahnya lagi, lahan yang telah dibayarkan Pemda ini dulunya, hingga kini belum mempunyai sertifikat hak milik atas nama Pemda Pasbar,” ungkapnya.

Ditambahkan Dedi Lesmana selaku Sekretaris Komisi III, hal itu jelas terlihat simpang siur dan pengelolaannya tidak jelas. Pasalnya di lokasi TPA sampah berserakan hingga ke jalanan masuk lokasi TPA dan tumpukan yang tidak teratur. “Seharusnya di lokasi ini ada alat berat yang bekerja untuk mengatur tumpukan sampah itu. Begitu juga petugas yang bertugas di lokasi ini tidak ada terlihat sama sekali. Kita takutnya ini nanti akan menjadi bom waktu, sehingga akan membuat kotor sampai ke pusat Kabupaten Pasaman Barat,” ungkapnya menambahkan.

Sementara itu, Parizal Hafni menegaskan, hal itu akan segera ditindaklanjuti dan akan ditentukan langkah ke depannya, bagaimana pengelolaan sampah yang tiap hari terus bertambah itu. “Kita akan segera panggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pasbar untuk memintai keterangan terkait hal yang kita temukan di lokasi TPA tersebut,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang sopir truk pengangkut sampah yang ditemui Parizal Hafni dan rombongan saat hendak keluar dari lokasi mengakui bahwa setiap hujan turun, lokasi itu selalu tergenang air. “Selalu tergenang air ketika hujan turun. Alat berat membersihkannya sekali dalam tiga bulan saja,” terangnya. (rom)