19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TELUK TAPANG Tim Kemenko Maritim Kunjungi Kabupaten Pasaman Barat

PEMERINTAH Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab) Pasbar didatangi tim kunjungan Kemenko Maritim, Tim Bina Marga, PUPR dan TiM Hubla, Kemenhub dalam rangka percepatan pembangunan Infrastruktur di Sumatra Barat (Sumbar) yaitu salah satunya pelabuhan teluk tapang yang saat ini masih belum beroperasi sekaligus meninjauan pelabuhan dan aset jalan yang berada di Air Bangis, kecamatan SungaI Beremas, Pasaman Barat, Selasa (4/8) sekitar pukul 10.30 Wib.

Adapun kunjungan tersebut turut di Hadiri Wakil Gubernur Nasrul Abit, tim Kemenko Marves terdiri dari, Djoko Hartoyo (Asdep Infrastruktur pengembangan Wilayah), Rusli Rahim (Asdep Infrastruktur Konektivitas), Ali Alkatri (Kavid Sistem Logistik), Sri Fatkhiati Sa’adah (Kabid Infrastruktur Perwilayahan dan Penataan Ruang), Erlangga Putra utama (Pwnyusun bahan Kebijaksanaan), Resti (Staf Infrastruktur Konektivitas), Nady Rachmi (Staf Asdep IPW), Muchlisa Choiriah (Staf Humas,Biro Kom). Tim Bina Marga, PUPR yaitu David E.Pasaribu, ST.M, (Dub Koordinator Perencanaan Teknis, Dit. Pembangunan Jalan). Tim Hubla,Kemenhub yaitu Aries (Kasubdit), Bintang (Kasi), Fahmi (Staf) dan didampingi Bupati Pasbar H.Yulianto beserta Kepala OPD, Forkopimda dan Stakeholder lainnya.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memyampaikan, kepelabuhan Teluk Tapang ini, ia sudah beberapa kali datang kesini dengan melihat infrastruktur aset jalan yang belum di bangun dan pelabuhan selesai, namun perkantoran dan aset jalan pun belum bisa di realisasikan.

Maka, untuk pembebasan lahan hutan lindungDetail Engineering Design (DED) dan masalah kehutanan hibah tanah, agar dapat diselesaikan dengan secepatnya. Sebab, untuk anggarannnya sudah di floting dari 2021 sampai 2024 untuk dapat di realisasikan dan beroperasi,” sebut Nasrul Abit

Untuk itu, agar dapat infrastruktur jalan ini bisa di realisasikan kedepannya ditahun 2021 mendatang maksimal bisa di opersionalkan. Ini saaatnya semua kemenangan kabupaten agar tidak ada lagi infrastruktur kota tidak terselesaikan, yang mana nantibagaimana Kementerian PUPR di bawah kordinasi Kemenko maritim serta Provinsi agar semua ini bisa diwujudkan.

“Di tahun 2018 bekerja sama dengan pelindo dalam proses pembangunan Teluk Tapang ini. Kalau di cacatan kami, nantinya industri Kelapa sawit bisa memanfaatkan pelabuhan ini, baik itu untuk di export minyaknya dan juga dekat dengan perbatasan Sumatera Utara dan bisa di kumpulkannanti hasil yang mau diekspor di labuhan bajau Mentawai, ” ungkap Nasrul Abit saat beri sambutan.

Ia berharap adanya saling berkordinasi bagaimana kondisi sekarang provinsi tidak mungkin di bimbing baik Menko maritim dan provinsi. Karena disini nanti juga ada biji besi Hasil Bumi juga diserahkan nanti kepada Menteri PUPR bagaimana kedepannya.

“Nantinya, kita juga akan undang perkebunan PT yang ada disini, bagaimana efesiensi bisa di kapalkan hasil minyaknya disini, kalau saei sinitidak jauh lagi ke Sibolga sana dan nanti perekonominannya prospek yang baik kedepannya,” Jelasnya

Di tempat yang sama Bupati Pasbar, H.Yulianto menyampaikan, terima kasih atas kedatangan Wagub, Menko Maritim, Bina Marga,PUPR, dan Kemenhub atas kehadirannya kunjungan ke pelabuhan Teluk Tapang ini.

Disampaikan,proses pembangunan ini memang perjalanan panjang, pembangunan dermaga ini dengan tekat keyakinan, alhamdulillah untuk pelabuhan singgah sudah siap.

“Namun demikian kita tetap selalu kordinasi ke pusat, bagaimanapun Pemerintah daerah (Pemda) tidak mampu berbuat sendiri tentunya selalu kordinasi kepada Menko maritim, harapan pemda untuk secepatnya terlaksana dengan kondisi COVID-19 menyadari tentunya sesuai renacana dan anggaran yang sudah di anggarkan dan ditetapkan,” papar Yulianto

Bagaimana pun Pemda dan pusat serta ke provinsi selalu saliang kerja sama demi tercapainya harapan kita bersama Pelabuhan, aset jalan dan perkantoran bisa terselesaikan secepatnya.

Selanjutnya, Sub Koordinator Perencanaan Teknis, Dit.Pembangunan Jalan Bina Marga PUPR David E.Pasaribumengatakan, dalam rangka kordinasi jalan dan pelabuhan, sudah 8 Km terealisasi dan sekitar 80 persen belum terilisasi serta ada 14 jembatan juga belum terbangun dan nantinya akan berkordinasi dengan Menko Maritim, Kemenhub dan provinsi,” terang David.E Pasaribu

Ia menjelaskan, terkait dengan dana nanti tentunya akan kordinasi dengan Menko maritim yang mana proses pembangunan Teluk Tapang ini setelah siap nanti akan meningkatkan perekonomian Pasbar, karena adanya Perusahan Kelapa sawit dan biji besi.

Ditambahkan, Kasubdit kemenhub Aries menyampaikan untuk operasional aset jalan baik itu bebas lahan butuh dukungan agar jalan 8 Km ini bisa tersambung sampai kepelabuhan ini. Dari sisi darat, hibah tanah lahan yang ada yang disampaikan Dinas Perhubungan Provinsi, data sisi darat DED sudah kami anggarkan agar bisa direalisasi secepatnya,” harapnya.

Kemudian, Kemenko Maritim Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Djoko Hortoyo menambahkan, ini salah satu instrumen Presiden ke Sumbar, yang disampaikan Pak Ruhut masak pelabuhan ada tidak ada jalannya.

Untuk itu, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan serta Pelindo menyatakan mau kerjasama dan kordinasi karena indonesia sudah 75 tahun merdeka,masih saja banyak yang belum tersentuh.Maka untuk dapat dilakukan proses itu bergulir tanpa terlalu lama. (*)