19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

SATGAS COVID-19: Jangan Tanya Kapan Pandemi Berakhir

JAKARTA, KP – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona (covid-19). Menurutnya, hal itu perlu dilakukan daripada bertanya kapan pandemi covid-19 akan berakhir.

“Jangan tanyakan kapan pandemi akan berakhir, tapi tanyakan pada diri kita sendiri kapan bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Kami yakin Indonesia bisa,” kata Wiku saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (4/8).

Ia menegaskan virus corona merupakan virus yang ganas dan sangat berbahaya. Tidak pandang usia dan tidak pandang identitassehingga bisa menginfeksi siapa pun.Oleh karena itu, dia mengingatkan upaya termudah dan termurah untuk menghindari penularan adalah dengan mengubah perilaku masyarakat. Protokol kesehatan menjadi kunci untuk menghindari penularan.

“Perubahan perilaku adalah kunci utama dengan biaya paling murah karena asalnya dari diri kita sendiri,” katanya.

Wiku menambahkan akhir pandemi corona ini tidak ada yang bisa memprediksi. Terlebih, sejauh inibelum ada obat atau vaksin yang bisa menangkal virus tersebut.Karenanya, jauh lebih baik jika masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan ketimbang bertanya-tanya kapan pandemi corona berakhir. Dia yakin masyarakat Indonesia bisa mematuhi protokol kesehatan di setiap kesempatan.

“Seluruh dunia berusaha keras agar kita semua keluar dari wabah ini. Perlu kerjasama semua pihak, karena dengan melakukan protokol kesehatan ini melindungi anda dan juga orang lain,” kata Wiku.

Berdasarkan data pemerintah pusat, per Selasa (4/8) bertambah sebanyak 1.922 kasus positif menjadikan sebanyak 115.056 orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu, sebanyak 37.618 orang dirawat, 5.388 orang meninggal, dan 72.050 orang sembuh.

SEJARAH PANDEMI DI DUNIA

Pada kesempatan yang sama, Wiku Adisasmito juga memaparkan fakta sejarah pandemi yang pernah melanda dunia. “Jika ditanya kapan covid-19 ini berakhir, maka kami perlu jelaskan bahwa beberapa pandemi yang pernah ada di dunia memiliki durasi waktu yang berbeda-beda,” kata Wiku.

Wiku mengatakan dunia pernah mengenal pandemi sejak lama dimulai tahun 1334-1350 di mana dunia mengalami pandemi yang disebut Black Death. Pandemi ini disebabkan oleh bubonic plague Inc yang berasal dari binatang yang berlangsung selama 16 tahun dengan angka kematian 30-50 juta orang.

Begitu juga, kata Wiku dunia pernah mengalami pandemi dengan jumlah kematian yang cukup tinggi yaitu yang disebut Spanish Flu H1N1 Influenza A. Meskipun hanya berlangsung satu tahun namun pandemi ini mengakibatkan 50-100 juta kematian. Berikutnya wabah yang disebut ‘The Modern Plague’. Penyebabnya sama bubonic plague dengan kurang lebih 10 juta kematian. Pandemi ini berlangsung 43 tahun dari 1860-1903.

“Setelah itu wabah yang terjadi berlangsung lebih cepat, selama kurang lebih 1-2 tahun. Dari sejarah pandemi global tercatat bahwa lama waktu wabah cukup bervariasi tergantung jenis sumber wabah,” jelas Wiku.

Ia kembali menegaskan bahwa belum ada yang bisa memprediksi pandemi covid-19 akan berakhir. Namun yang jelas seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan covid-19, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia berusaha keras agar dapat terlepas dari wabah ini.

“Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan. Karena dengan melakukan protokol kesehatan yang disiplin tidak hanya melindungi diri kita sendiri tetapi juga melindungi orang lain,” pungkasnya. (kcm)