27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Satpol PP Sudah Layangkan 68 Surat Peringatan kepada PKL ‘Bandel’

PADANG – Sebanyak 68 surat peringatan dan surat panggilan sudah dilayangkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengunakan fasilitas umum seperti trotoar dan badan jalan untuk berjualan sejak 1 Juli hingga 5 Agustus.Hal itu dilakukan petugas sebagai langkah awal tindakan secara persuasif kepada warga yang melanggar Perda.

“Kami adalah pelayan bagi masyarakat, bagi pelanggar perda tindakan utama tetap tindakan yang persuasif dan humanis kepada masyarakat, jika tidak juga diindahkan kita lanjutkan teguran tulisan, jika masih kita dapati berjualan di badan jalan dan trotoar, tentu akan diberikan tindakan tegas untuk menegakkan aturan,”ungkap Kasat Pol PP Kota Padang Alfiadi, Rabu (5/8).

Tindakan tegas yang diberikan petugas, lanjutnya, berupa membawa barang dagangannya ke Mako Satpol PP Kota Padang dan dilanjutkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

“Kita akan jerat dengan tindak pidana ringan (tipiring) jika masih main ‘kucing-kucingan’. Ini semua kita lakukan demi menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat Kota Padang,”kata Alfiadi.

Ia mempersilahkan masyarakat berusaha atau berdagang akan tetapi dimohon agar kiranya mematuhi aturan aturan yang ada sehingga semua masyarakat juga mendapatkan hak-haknya.

“Kami tidak melarang berdagang, akan tetapi pedagang kaki lima harus mematuhi aturan yang ada. Ada tempat-tempat yang sudah ditata dan waktu-waktu yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk berjualan. Misalnya waktu berdagang yang tidak dibolehkan saat orang-orang sibuk, waktu pagi sampai sore hari dan itupun tidak sampai trotoar ditutup habis untuk berdagang. Jangan pula hak pejalan kaki hilang dan mereka harus turun kejalan raya untuk jalan. Jangan juga sampai rumput atau tanaman hancur. Berdagang pun jangan di badan jalan yang membuat pandangan pengendara terhalang, karena itu dapat membahayakan lalu lintas serta mengakibatkan terjadinya penyempitan jalan dan kemacetan, kehadiran petugas untuk menata hingga menertibkan,” beber Alfiadi.

Agar tidak sampai kepada langkah persidangan dirinya sangat berharap warga Kota Padang agar proaktif untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku.”Harapan kita bersama,Kota Padang ini bisa terlihat bersih, indah dan tertata, tentu itu semua tidak terlepas dari perannya warga Kota Padang, Satpol PP hadir sebagai pelayan masyarakat melakukan penataan, mengatur serta menertibkan yang tidak tertib,”pungkasnya. (mas)