18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

JELANG PILKADA Pohon Pelindung Dipenuhi Tancapan Paku Baliho

LUBUKSIKAPING, KP – Puluhan pohon pelindung disepanjang jalan lintas di daerah Kabupaten Pasamanmulai ‘merasai’ ditancapi paku baliho pasangan calon kepala daerah.

Parahnya, seperti di sepanjang jalan di Lubuk Sikaping. Banyak warga yang mengutuk aksi semena-mena pemasangan baliho di pohon-pohon pelindung ini, yang si punya baliho santai-santai saja. Seperti tidak tau saja dan masih sibuk kian kemari menjual visi-misi.

“Belum jadi pemimpin, hal kecil saja diabaikan. Jelas-jelas pohon pelindung bukan untuk wadah kampanye. Merusak atau tindakan semacamnya seperti memasang baliho ini sudah melanggar aturan. Menurut saya, tindakan ini mencerminkan kepribadian mereka yang memaku balihonya di pohon pelindung,” kata Andi, salah satu warga di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kamis (6/8).

Andi mengaku, ia mengutuk aksi semena-mena terhadap pohon ini lantaran aksi koboi tim pemasnagan baliho ini sudah kelewatan batas.

“Bayangkan tanaman pelindung yang ada di depan rumah saya dan milik saya, ikut dipaku orang tak dikenal. Aksi bejat ini saya rasa dilakukan malam hari,” kata Andi.

Ia berharap, Pemkab Pasaman melalui instansi terkait tidak menonton dan berpangku tangan saja.

“Sudah jelas melanggar, tidak ditertibkan. Atau mungkin, menertibkan baliho-baliho di pohon ini tidak ada uang jalannya, makanya dibiarkan saja. Terpaksa sedikit pedas berkomentar, kalau ndak tu, pak pejabat tu diam-diam saja,” pungkas Andi.

Terpisah Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Pasaman, Aan Afrinaldi mengatakan, hampir sebagian besar baliho, poster bakal cabup-cawabup yang terpasang dinyatakan melanggar.

“Sebagian melanggar Perda Kabupaten Pasaman nomor 12 tahun 2016, tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pelangaran terutama terjadi di tertib jalur hijau, taman dan tempat umum. Pada pasal 11, setiap orang atau badan dilarang merusak, menebang atau memotong pohon atau tanaman di jalur hijau, taman dan tempat umum,” kata Aan.

“Memasang, menempelkan, menggantungkan benda- benda apapun di pohon, di Jalur hijau, taman dan tempat umum tanpa izin bupati atau pejabat yang ditunjuk juga dilarang, ” tambah Aan.

Terkait adanya bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati yang melanggar perda tersebut, pihaknya akan segera menyurati masing-masing perwakilan partai atas baliho dan poster yang melanggar itu.

“Sejauh ini, pihaknya belum melakukan penertiban secara terpadu. Meski demikian, jika nanti sudah disurati masih ada juga bakal calon yang melanggar, maka alat peraga tersebut akan kita tertibkan,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau, kepada para bakal calon untuk taat aturan dalam pemasangan gambar, apalagi mereka adalah tokoh pemimpin daerah untuk memberikan contoh yang baik ke warga. (nst)