Pencipta Karya Perlu Daftarkan Hasil Ciptaan

PADANG, KP – Para pencipta karya, seperti seniman lagu, karya lukis, serta bentuk karya lainnya perlu mendaftarkan ciptaannya. Sebab, perlindungan hukum yang didaftarkan akan berpengaruh terhadap penggunaan karyanya oleh pihak lain untuk berbagai kepentingan, baik untuk pendidikan, hiburan atau juga komersialisasi.

“Dengan adanya perlindungan ciptaan, mereka dapat memperoleh royalti atas penggunaan hasil karya oleh pihak lain,” tutur Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Sumbar Amru Walid Batubara dalam acara diseminasi diseminasi Kekayaan Intelektual melalui media elektronik di Padang TV, Kamis (6/8).

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Rahmat Huda menyampaikan bahwa perlindungan cipta ini dalam bentuk delik aduan.“Pemilik ciptaan yang telah didaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum, apabila mendapati pelanggaran dapat menyampaikan laporan. Laporannya ini disampaikan pada penegak hukum. Kita di kantor wilayah juga sudah melakukan pengawasan pelanggaran hak cipta seperti di hotel-hotel, kafe dan tempat usaha yang kira-kira memiliki potensi pelanggaran,” terang Rahmat.

Sedangkan Kepala Subbidang Kekayaan Intelektual Muhammad Farhan mengatakan bahwa ada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mengatur mengenai sanksi. Pelanggar dalam hal pengelola tempat usaha yang dengan sengaja dan mengetahui membiarkan penjualan atau penggandaan barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya ada ancaman pidana denda paling banyak seratus juta rupiah.

“Cipta ini di antara hak kekayaan intelektual yang lain memiliki prosedur pendaftaran yang paling cepat. Sehingga ada orientasi semisal dari akademisi yang seharusnya karyanya mengarah pada invensi dan lebih tepat untuk didaftarkan sebagai paten, justru lebih prefer pada pendaftaran cipta. Sertifikatnya lebih cepat keluar,” terang Farhan.

Disampaikan pula bahwa penting mendaftarkan ciptaan sebagai hak kekayaan intelektual karena potensi nilainya yang besar. Cipta dapat memiliki nilai ekonomi, nilai budaya, serta nilai edukasi yang tinggi, sehingga penting mendapatkan perlindungan. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Minim Saksi, Pencuri Kabel Traffic Light di Padang Belum Terungkap

Kam Agu 6 , 2020
PADANG, KP – Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Timur mengakui adanya laporan yang masuk terkait pencurian kabel traffic light di persimpangan Jalan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang hilang dicuri orang tak dikenal. Kapolsek Padang Timur AKP Afrides Roema mengatakan, laporan itu dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota […]