Wako Ramlan Terima Kunjungan Walikota Pagar Alam Sumsel

BUKITTINGGI, KP – Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias menerima kunjungan Walikota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan Alpian Maskoni, di ruang kerja Walikota, Kamis (6/8).

Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Walikota Bukittinggi atas kedatangannya dan rombongan. Ia merasa bangga berkesempatan berkunjung ke Bukittinggi, salah satu kota yang memiliki nilai histori terutama masa perjuangan Kemerdekaan RI. Ia juga merasa sangat beruntung dapat melihat salah satu kota yang mampu membangun ekonomi masyarakat dan mengembangkan pariwisata dengan sangat baik.

Dia menuturkan, Pagar Alam adalah salah satu kota di Provinsi Sumatra Selatan, resmi menjadi kota otonom setelah pemekaran dari Kabupaten Lahat pada 21 Juni 2001. Dengan luas wilayah 63,66 km2, Pagar Alam memiliki lima kecamatan dan 35 kelurahan. Peruntukan lahan didominasi kawasan lindung sebesar 40 persen dan kawasan budidaya sebesar 60 persen. Sehingga menjadi komitmen bagi Pagar Alam untuk tetap menjadi paru-paru Provinsi Sumatra Selatan dan tetap melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan.

Dikatakan Alpian Maskoni, pertanian masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar. Bersinergi dengan mayoritas penduduk Kota Pagar Alam yang masih berprofesi sebagai petani, terutama kopi dan sayuran. Di samping itu Kota Pagar Alam sudah mulai bergerak ke arah bidang jasa, terutama perdagangan, wisata dan industri kecil dan menengah.

Kota Pagar Alam pun menjadi salah satu daya tarik wisata di Provinsi Sumatra Selatan yang menawarkan banyak spot wisata seperti hamparan kebun teh, air terjun, wisata olahraga alam dan wisata budaya. Karena itu Pagar Alam harus dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya itu agar pembangunan di bidang pariwisata dapat tetap menjaga keasrian serta mampu mendorong ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu ia berharap kunjungan kerja ke Bukittinggi dapat memperoleh ilmu dan pengalaman yang dapat diaplikasikan nanti di Pagar Alam. Karena ia menilai sistem pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Kota Bukittinggi sangat cocok diterapkan di Kota Pagar Alam.

Sementara itu Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, Bukittinggi dengan luas hanya 25 km persegi, PAD utamanya dari pariwisata. Kondisi saat ini Bukittinggi masih kekurangan kamar hotel untuk menampung tamu yang datang berkunjung. Di samping itu Bukittinggi merupakan kota dengan pasar terbanyak di Sumatra Barat. Di Bukittinggi juga ada terminal yang mendukung perkembangan pasar.

Dikatakannya, beberapa tahun belakang, Bukittinggi sedang berbenah terutama dalam segi fisik. Setelah Pasar Atas terbakar akhir tahun 2017 lalu, tahun 2020 Pasar Atas telah bisa difungsikan. Lebih kurang 20 gedung sekolah telah dibangun dan direhab. Termasuk penataan trotoar, jalan dan taman yang mempercantik kota. Rumah sakit daerah pun sedang dikejar pembangunannya.

Menurut Wako Ramlan, kunci utama terlaksananya pembangunan kota, berada di gerak kegiatan SKPD. Kepala Daerah dengan visi dan misinya diterjemahkan SKPD masing-masing dan dijalankan dengan program-program yang langsung dinikmati masyarakat. Pasar juga menjadi daya tarik pariwisata, karena dengan adanya pasar di Bukittinggi, masyarakat sekitar Bukittinggi akan berusaha, berdagang dan berbelanja di Bukittinggi.

Di akhir sambutannya, Wako Ramlan mengajak Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni beserta rombongan untuk menikmati suasana Kota Bukittinggi dengan objek wisatanya sekaligus dapat berbelanja dan menikmati kuliner Bukittinggi yang terkenal nikmatnya. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR CAGAM ALAM BKSDA Agam Sediakan 4000 Bibit Buah-buahan Untuk masyarakat

Kam Agu 6 , 2020
satwa dilindungi, BKSDA juga berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Cagar Alam (CA). Seperti halnya BKSDA Resor Konservasi wilayah Agam. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian, disediakan bibit tanaman produktif agar masyarakat tidak bergantung kepada kawasan CA Maninjau dalam mencari penghasilan. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, Ade Putra di Lubuk […]