21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

6 Kali Beraksi, DPO Jambret Diringkus

PADANG, KP – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang meringkus seorang tersangka penjambretan yang sudah bersaksi di enam lokasi di Kota Padang. Tersangka berinisial IF (23 tahun) itu sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak beberapa bulan belakangan.

Penangkapan IF berawal dari hasil pengembangan tersangka pertama berinisial D yang telah dulu ditangkap pihak kepolisian. Berkas perkara tersangka D saat ini telah dilimpahkan ke kejaksaan (P-21).

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakandari keterangan tersangka D, ia beraksi bersama rekannya IF. Hasil penyelidikandidapat lokasi persembunyian tersangka IF.

“Tersangka IF kami tangkap di Jalan Banuaran, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kamis sore (6/8),” kata Kompol Rico, Jumat (7/8).

Ia menyebuttersangka merupakan komplotan jambret yang aksinya sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Aksi terakhirnyadilakukan di salah satu gang di Jalan M. Hatta, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Kalau totalnya ada enam lokasi penjambretan. Yang terakhir, tersangka menjambret seorang ibu-ibu tua yang sedang menggenggam telepon seluler. Kondisi di gang tempat kejadian memang sepi waktu itu,” ujarnya.

Kompol Rico mengungkapkandari pengungkapan kasus itu pihaknya menyita satu unit kendaraan sepeda motor yang digunakan tersangka ketika beraksi. Saat ini tersangka IF telah mendekam di sel tahanan Polresta Padang.

“Dalam aksinya mereka selalu berdua. Untuk tersangka D, berkas perkaranya telah tahap dua dan sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kompol Rico tak menampik aksi penjambretan sering terjadi akhir-akhir ini. Setidaknya, dalam tiga bulan periode Juni hingga Agustus, sudah ada 12 kasus penjambretan terjadi di wilayah hukum Polresta Padang. Dari total kasus itu sebanyak 15 orang tersangka telah diamankan.

“Bulan Juli ada empat kasus, Agustus dua kasus. Untuk dua bulan ini total tersangka jambret diamankan sebanyak sembilan orang. Sedangkan Bulan Juni ada enam kasus dengan tersangka enam orang,” jelasnya dilansir langgam.id.

Rico mengungkapkantersangka jambret yang diamankan berusia beragam, namun tidak ada yang di bawah umur. Mayoritas, para tersangka pemain baru yang memanfaatkan kesempatan.

“Misalnya pengendara lengah meletakkan handphone di dasbor motor, begitupun korban misalnya lengah sedang menelpon di jalan. Pelaku jambret ini juga menyasar anak bawah umur yang lalai ketika memang handphone,” ujarnya. (lgm)