19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kasus Positif Covid-19 Sumbar ‘Meledak’ Bertambah 41, Mayoritas Tanpa Gejala

PADANG, KP – Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan terjadinya ‘ledakan’ kasus positif covid-19. Pada Jumat (8/8), terjadi penambahan 41 orang warga Sumbar yang dinyatakan terinfeksi virus corona.

“Total sampai hari ini telah 1.079 orang Warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 41 orang warga sumbar positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 10 orangsehingga total sembuh 797 orang,” kata Jasman Rizal dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Ia menerangkan jumlah spesimen yang telah diperiksa hingga saat ini adalah 77.908 dengan jumlah orang yang diperiksa sebanyak 68.203. Dari jumlah itu, positivity rate (PR)1,58% yang sampai hari ini masih terendah secara nasional.

Menurut Jasman, total 1.079 warga Sumbar yang positif terinfeksi covid-19, sebanyak 104 orang masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, isolasi mandiri 99 orang, isolasi daerah 16 orang,isolasi BPSDM 29 orang, meninggal dunia 34 orang, dan sembuh 797 orang.

Dipaparkannya, penambahan 41 kasus baru positif covid-19 itu berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra.

Riciannya, dari Kota Padang sebanyak 36 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 2 orang, Kabupaten Padangpariaman 2 orang, danKabupaten Agam 1 orang.

PENJELASAN DR. ANDANI

Dr. Andani menerangkan 41 penambahan kasus positif covid-19 dalam satu hari sangat terkait dengan pergerakan orang, khususnya dari luar provinsi.

“Kita di lab dan teman-teman dinkes sudah memprediksi akan ada letupan seperti ini. Tinggal sekarang bagaimana tetap konsisten melakukan tracing dengan kapasitas besar. Semua yang kita temukan hari ini (kemarin – red) tanpa gejala atau gejala ringan namun mereka adalah ‘silent spreader’ yang jika kita tidak temukan akan menjadi penular bagi orang lain,” ujarnya.

Namun demikian, ia meyakinkan bahwa situasi masih terkendali dan penambahan kasus itu meripakan bagian dari proses pencarian kasus. Ia mengimbau agar semua pihak mengingatkan orang yang datang dari luar provinsi untuk melakukan tes swab di bandara atau puskesmas.

“Tak kalah pentingnya, tetap jalankan protokol covid-19 karena ini menandakan kita menyayangi keluarga, rekan kerja, dan tetangga,” ujarnya.

Andani menekankan kepada masyarakat untuk tidak berfikir adanya gelombang-gelombang karena hal itu hanya bagian dari proses.

“Jika ini disebut gelombang kedua, maka nanti akan ada lagi gelombang 3, 4, dan seterusnya. Pengalaman di Eropa dan Amerika hanya ada satu gelombang. Bagi negara yang terkendali, tidak ada fase puncak atau puncak cenderung datar dengan riak-riak. Yang tejadi di Sumbar saat ini adalah riak-riak tersebut. Jadi, tidak usah saling menyalahkan yang penting bagaimana kita bekerjasama secara optimal untuk melakukan tracing dan testing,” paparnya.

“Mari saling mendukung mempertahankan Sumbar tetap terkendali. Saat ini adalah bagian dari pengendalian tersebut. Semoga Allah meridhoi apa yang kita kerjakan ini,” pungkas dr. Andani. (mas)