27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PENGUMUMAN RESMI KEMENDIKBUD Zona Kuning Boleh Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

PADANG, KP – Kementerian Pendididikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) resmi membuka daerah berzona kuning untuk menggelar sekolah tatap mukasetelah sebelumnya hanya zona hijau saja yang diperbolehkan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan KebudayaanNadiem Makarim dalam Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (7/8).

Menurut Nadiem, daerah berzona kuning diperbolehkan menggelar sekolah tatap muka.Namunharus dengan protokol kesehatan yang ketat dan seizin dari pemerintah daerahnya.

“Kita akan merevisi SKB, untuk memperbolehkan bukan memaksakan (daerah berzona kuning) pembelajaran tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.Semua data mengenai zonasi yang menentukan Satgas Covid-19, bukan dari Kemendikbud.Bagi yang zona merah dan oranye tetap dilarang, mereka melanjutkan sekolah jarak jauh,” ujar Nadiem dikutip dari kanal Youtube Kemendikbud RI.

Kendati demikian, pihaknya tidak memaksakan bagi pemerintah daerah (pemda) yang masih merasa belum siap untuk menggelar sekolah tatap muka.

“Walaupun diperbolehkan, kalau pemda dan kepala dinasnya merasa belum siap, mereka tidak harus mulai belajar tatap muka.Kalau siap, masing-masing kepala sekolah dan komite boleh memutuskan bahwa sekolah tersebut belum siap belajar tatap muka,” papar Nadiem.

Hal itupun berlaku bagi para orangtua yang masih merasa belum siap bila anaknya kembali bersekolah tatap muka.Nadiem menjelaskan, sekolah tatap muka menjadi hak prerogatif bagi para orangtua dan pemangku kebijakan daerah setempat.

Adapun, untuk jenjang sekolahnya, Nadiem menuturkan dimulai untuk tahap SD, SMP, dan SMA/SMK.Untuk jenjang PAUD/TK, Nadiem menyarankan untuk tetap belajar jarak jauh.

“Kami memilih untuk menunda PAUD karena lebih sulit melaksanakan protokol kesehatan,” paparnya.

Sementara untuk jenjang madrasah dan sekolah asramadilakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Penangan Covid-19 Sumbar, dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar kategori daerah berdasarkan zona adalah:

Zona Hijau:

Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok Selatan.

Zona Kuning

Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan.

Zona Orange

Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang.

Dengan demikian, ada 16 daerah yang memenuhi syarat untuk menggelar sekolah tatap muka, sedangkan tiga daerah lainnya belum diperbolehkan karena masih zona orange.

SYARAT YANG HARUS DIPENUHI SEKOLAH JIKA BELAJAR TATAP MUKA

1. Pendidikan dasar dan menengah: jaga jarak minimal 1.5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas (standar 28-36 peserta).

2. SLB: jaga jarak minimal 1.5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. (standar 5-8 peserta didik)

3. PAUD: jaga jarak minimal 1.5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (standar 15 peserta didik)

Jadwal pembelajaran

Jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

PADANGPANJANG BERSIAP BELAJAR TATAP MUKA

Sementara itu, Padangpanjang sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Orangtua diminta untuk menjemput anak mereka pada jam pulang sekolahagar anak-anak tidak berkeliaran.

Hal tersebut ditegaskan Walikota Padangpanjang Fadly Amransaat turun memantau sejauhmana kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka, Jumat (7/8).

“Insya Allah, secepatnya anak-anak akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Maka dari itu, saat inikami langsung lihat ke sekolah-sekolah, sejauh mana persiapan mereka ketika diberlakukan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 ini, bagaimana sistem pembelajarannya, jarak antara siswa, tempat pencuci tangan, dan fasilitas lainnya, ” jelas Wako Fadly saat meninjau SMPN 1 Padangpanjang dan SMPN 5 Padangpanjang.

Wako mengharapkan persiapan yang matang tersebut jangan sampai ada klaster baru di sekolah. Guru dan murid harus patuh terhadap protokol kesehatan. Jangan sampai baru mulai pembelajaran tatap muka timbul lagi kasus positif covid.

Wako menambahkan, pihak sekolah diminta berinovasi dan mengondisikan berapa kelas yang akan melakukan tatap muka, sistem daring, dan juga luring, serta nanti sebelum melaksanakan proses pembelajaran tatap muka guru-guru akan melakukan tes swab terlebih dahulu.

Pada kesempatan itu, Wako Fadly melakukan daring dengan salah satu muridsembari berbincang-bincang terkait menanyakan keinginan dan keadaan anak tersebut yang rindu dengan suasana sekolah.

Kepala SMP 1 Padangpanjang, Rita Yanti, menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk pembelajaran tatap muka.”Kami telah mempersiapkan segalanya, mulai dari anak-anak memakai masker, menyiapkan pencuci tangan dan sistem pembelajaran yang nantinya akan dibagi sperti si A melakukan daring dan si B pembelajaran tatap muka, itu akan diberlakukan bergantian,” jelasnya.

Begitu juga dengan Kepala SMP 5 Ermita. Ia mengatakan pihaknya sudah rindu dengan suasana sekolah.”Kami sudah rindu dengan suasana sekolah, dan kami juga telah siap untuk pembelajaran tatap muka,”ucapnya. (sup)