9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Perampok Mengganas

SUDAH sering terjadi nasabah yang baru saja mengambil uang dari bank jadi sasaran empuk perampok. Aksi kejahatan itu kebanyakan berhasil. Puluhan hingga ratusan juta rupiah uang nasabah berpindah tangan.

Meski aksi perampok nasabah bank tersebut terjadi di Sumbar, namun masyarakat sepertinya masih tak begitu waspada. Peristiwanya sudah sangat sering berulang. Seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Jumat (7/8), giliran bendahara Walinagari Sumiso Kabupaten Solok yang jadi sasaran. Alhasil, Rp100 juta pun melayang begitu saja.

Meski media massa sudah sangat sering mengekpose hal tersebut, namun mulusnya aksi penjahat itu boleh jadi disebabkan oleh kelengahan masyarakat. Menaganggap negeri ini aman-aman saja, padahal penjahat berada di tempat strategis mengintai mereka yang lengah.

Penjahat itu mungkin saja punya naluri tinggi. Mampu menerka sasarannya. Bisa jadi sasaran itu minim kewaspadaan sehingga mudah dimangsa.

Yang memprihatinkan, begitu pandainya perampok itu memilih sasaran. Uang yang diambilnya itu cenderung bukan milik pribadi, tapi hak orang lain pula berupa gaji, honor, atau upah kerjaseperti yang sering muncul dalam pemberitaan media.

Khusus dana ummat yang uangnya disimpan di perbankan, pihak bendaharawan yang akan mengambil uang itu sebaiknya harus waspadaselalu. Khsuus aparatur nagari yang akan mengambil uang ke bank, manfaatkanlah alat negara seperti Babinsa atau Babinkamtibmas sebagai tenaga pengamanan. Begitu juga dana bersifat kecamatan,mintalah pengawalan dari polsek atau koramil. Jika hal itu dilakukan, niscaya akan aman-aman saja.

Dalam waktu yang berdekatan, peristiwa perampokan dana nasabah yang baru saja mengambil uang dari bank sudah dua kali terjadi di Kota Solok. Pelakunya masih dalam pengintaian kepolisian. Melihat kejadiannya, besar kemungkinan perampok itu sudah sangat berpengalaman. Penjahat kambuhan. Tentu analisa kepolisian lebih tajam. Percayalah, cepat atau lambatpenjahat itu pasti dilumpuhkan. Kita menunggu waktu saja. Yang perlu, kita harus terus waspada. Ingat pencoleng terus mencari akal dalam beraksi. Bersama kita memberantasnya. Waspadalah, waspadalah! *