21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Septrismen Bantah Keluarkan Pernyataan

SOLOK, KP – Anggota DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, membantah mengeluarkan pernyataan bahwa masalah KONI Kabupaten Solok sudah selesai atau kelar di salah satu media online.

“Saya tidak pernah menyebutkan ke media kalau konflik yang terjadi pada tubuh KONI Kabupaten Soloksaat musorkab sudah selesai dan tidak perlu dipolitisir lagi. Itu kan masalah interen KONI, apalagi masalah pelanggaran AD/ART. Itu sudah tepat diserahkan ke KONI Sumbar, dan biarkan KONI Sumbar yang memutuskan dan mengambil alih,” sebut Septrismen kepada KORAN PADANG,Jumat (7/8) ketika membantah pemberitaan sebuah media online yang mengeluarkan statement atau peryataan tersebut.

“Nanti akan saya sampaikan hal ini kemedia yang bersangkutan, sebab ini bisa membuat urusan menjadi tambah kacau,” sebut Septrismen.

Sementara koordinator tim mosi tidak percaya, Madra Indriawan menyebutkan bahwa pihaknya merasa sangat kecewa dengan adanya berita tersebut dan menilai anggota dewan tidak memahami apa yang terjadi di tubuh KONI saat menggelar Musorkab tanggal 18 Juli 2020 lalu.

“Kita sudah jelaskan bahwa beberapa cabor walk out (WO), karena menilai panitia sudah tidak fair dan Musorkab melanggar AD/ART KONI itu sendiri dan mengusulkan agar yang menjadi Ketua KONI adalah putra daerah. Ini beda sama ranah pemerintahan,,” sebut Madra Indriawan.

Pihaknya meminta kepada anggota dewan, kalau memang tidak memahami masalahnya bisa bertanya kepada kedua belah pihak.

Kisruh atau sengketa hasil musyawarah olahraga Kabupaten KONI Solok, berlanjut dan ke KONI Sumbar dan KONI Sumbar untuk menjembatani kedua belah pihak untuk mencari titik kesepakatan.

Namun, untuk mengurai silang sengketa ini tidak ada titik temu, maka jajaran KONI Sumbar bakal melaksanakan rapat khusus dalam waktu dekat ini.

“Kalau masalah AD/ART yang mereka langgar dianggap biasa, ini baru luar biasa. Ketua umum KONI Pusat saja bilang bahwa pelanggar AD/ART KONI bisa dipidanakan dan itu marwah atau kitap suci sebuah organisasi,” sebut Madra Indriawan.

Madra Cs juga sudah bertemu Ketua KONI Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman, dan berpesan agar KONI Sumbar segera menindaklanjuti kisruh AD/ART tersebut.

Sebelumnya, Ketua KONI Sumbar, Syaiful mengatakan, dari hasil mediasi yang dilaksanakan, maka KONI Sumbar bakal mengelar rapat khusus. “Hasil dari mediasi dari kedua belah pihak akan kami tampung dulu dan kedepanya kami akan mengelar Rapat khusus untuk memutuskan masalah ini,” ujar Syaiful.

Sementara itu, Jumat pagi (7/8), para penolak hasil musorkab, menggelar hearing dengan DPRD Kabupaten Solok dan hasilnya juga akan ada pertemuan ulang dengan DPRD Kabupaten Solok, karena pertemuan hari itu dianggap tidak sesuai dengan agenda dan surat masuk ke Sekretariat DPRD. (wan)