18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Viral Dimarahi PKL, Wako Mahyeldi Tidak Ambil Langkah Hukum

PADANG, KP – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah memastikan tidak mengambil langkah hukum terkait viral video dirinya dimarahi pedagang di kawasan Pantai Padang. Mahyeldi menganggap kejadian itu bagian dari risikonya sebagai walikota.

“Tidak usah proses hukum, ini adalah konsekuensi menjadi walikota. Semua respon masyarakat kita nikmatidan kemudian kita bersyukur atas upaya yang telah kita lakukan. Memang tidak semua apa yang kita lakukan direspon baik semua orang,” kata Wako Mahyeldi usai paripurna istimewa HUT Kota Padang ke-351 di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8).

Dia menyebut pemicu terjadinya cekcok dengan pedagang hanya persoalan biasa. Ia hanya berniat menegur saat bertemu pedagang yang berjualan mengunakan fasilitas umum.

“Ya, respon masyarakat bermacam. Saya tidak marah. Justru di video itu tidak ada kalimat saya yang tidak baik. Justru mungkin (untuk) sesuatu hal, barangkali, dalam hal ini kami (berupaya) memberikan yang terbaik,” tuturnya dikutip dari langgam.id.

Mahyeldi menyebut peristiwa tersebut terjadi Kamis sore (6/8). Mahyeldi mengungkapkan, bagaimana pun respon masyarakat terhadap upaya perbaikan yang dilakukan, pihaknya tetap akan memberikan yang terbaik. Ia memastikan kasus itu tidak dilanjutkan hingga ke ranah hukum.

“Saya selaku wali kota tetap memberikan yang terbaik untuk warga Padang,” tegasnya.

Sebagaimana ramai di media sosial, video Wako Mahyeldi Ansharullah dengan pedagang kaki lima di lokasi pedestrian Pantai Padang tersebar dan menjadi viral. Dalam video itu tidak ada kronologis awalnya, namun namun disinyalir Wako Mahyeldi yang sedang bersepeda di Pantai Padangberhenti dan menegur pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar.Namun pedagang yang mayoritas ibu-ibu tidak terima dan mendebat Mahyeldi. Bahkan, Mahyeldi mendapat kata-kata bernada kasar dari pedagang.

Meskipun demikian, Mahyeldi berupaya tenang. Saat kejadian, tampak orang nomor satu di Kota Padang itu tanpa ada pengawalan. Bahkan, salah seorang pedagang sempat melemparkan sesuatu yang berisikan dagangannya persis di depan Mahyeldi. Namun Mahyeldi kembali mencoba tenang dan hanya melihat amarah para pedagang itu. Pada sebuah kesempatan ketika pedagang marah-marah, tampak ajudan berupaya melindungi Mahyeldi.

KASATPOL PP: DILARANG JUALAN DI JALUR PEDESTRIAN

Satpol PP Kota Padang memastikan lokasi pedagang yang cekcok dengan Wako Mahyeldi merupakan tempat terlarang untuk berjualan. Sebab, lokasi itu merupakan kawasan pedestrian Pantai Padang yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan pihaknya selalu melakukan patroli di kawasan pedestrian Pantai Padang. Namun, para pedagang sering sembunyi-sembunyi ketika akan membuka dagangannya.

“Sudah dilakukan patroli terutama bersama dinas pariwisata selaku pembina di wilayah setempat. (Tapi) namanya masyarakat kita, kadang main-main kucing-kucingan. Ketika kami patroli mereka tidak ada yang berjualan di lokasi dilarang itu,” kata Alfiadi.

“Pak walikota memang sering, kadang bersepeda sore-sore, kemudian spontan menegur, itu hal biasa. Kalau penertiban, setiap saat kami lakukan penertiban di sana,” sambungnya.

Alfiadi mengungkapkan, dua minggu sebelum insiden walikota dengan PKL terjadi, pihaknya telah melakukan penertiban di lokasi tersebut. Akan tetapi para pedagang tetap saja membandel.

“Jalur pedestrian dilarang berjualan, sudah ditetapkan bagi pejalan kaki. Kan sudah ada lokasi (untuk berjualan) di tempat kantor pariwisata lama. Kalau alasannya dagangan tidak laku, itu inovasi kita sebagai pedagang. Tempat kan sudah ada,” katanya.

Terkait pemanggilan pedagang, Alfiadi mengakui masih menunggu arahan dari pimpinannya dalam hal ini walikota. “Persoalan panggil memanggil kita lihat dulu, kalau kata Pak Wali kan biasa (kejadian ini). Jadi kami melihat, kami tergantung pimpinan. Tapi masyarakat kalau dituntut, tidak pada tempatnya juga,” tuturnya.

SATPOL PP PADANG ‘MANGKAL’ DI LOKASI KEJADIAN

Petugas Satpol PP Kota Padang mengerahkan sejumlah personel untuk menertibkan pedagang di lokasi pedestrian Pantai Padang pasca-beredaranya video Walikota Mahyeldi cekcok dengan PKL. Pada Jumat sore (7/8), setidaknya ada dua unit mobil dalmas dan patroli milik Satpol PP standby di lokasi tersebut yang tepat berada di persimpangan tiga antara Jalan Samudera dengan Jalan Wolter Monginsidi. Informasi yang dihimpun, personel Satpol PP siaga di lokasi sejak pukul 15.00 WIB. Namun, tidak tampak pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar itu. (lgm)