9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Wabup Zuldafri Darma Laksanakan Panen Padi ‘Baronde’

BATUSANGKAR, KP – Baronde merupakan tradisi yang sudah turun temurun di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, saat memanen padi. Baronde atau memanen padi secara bergiliran itu merupakan kebiasaan bagi masyarakat dan itu juga menunjukkan kekompakan masyarakat saat melakukan aktifitas pertanian di satu hamparan yang luas.


sehubungan dengan itu, Wakil Bupati Tanahdatar H. Zuldafri Darma yang ikut memanen tersebut memberikan apresiasi dan berharap agar tradisi baronde tetap dijaga dan dilestarikan. “Ini tradisi dari leluhur yang kita warisi dan harus dijaga, sekarang bagaimana kita dapat menyandingkan dengan kemajuan teknologi pertanian,” ucapnya.


Wabup juga menyebutkan, visi misi daerah salah satunya fokus di bidang pertanian dan merupakan sektor unggulan. Dan tahun 2021 pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran untuk 500 ha lahan. “Sektor pertanian saat ini menjadi perhatian, mayoritas masyarakat di Tanahsatar bergerak di bidang pertanian, untuk itu ke depan pemerintah daerah akan berupaya memberi perhatian serius pada sektor pertanian ini,” tambah wabup.


Terkait pengembangan objek wisata di Nagari Batu Taba, Wabup meminta kegiatan baronde itu dapat digabungkan dengan pesona galundi. Sehingga akan lebih menarik dan aktifitas pertanian tradisional masyarakat akan tampak serta nuansanya akan lebih terasa.

Sementara Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto Bandaro Bungsu mengatakan, saat ini masyarakat Nagari Batu Taba yang tergabung dalam Kelompok Tani Sawah melaksanakan panen raya mulai dari Ujung Rawang sampai Muaro. “Ini patut disyukuri, panen raya kali ini hasilnya baik, padi bagus semua dan terbebas dari gangguan hama. Ini juga tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian yang selalu memberikan perhatian untuk peningkatan hasil panen kita,” ucapnya.


Disampaikan Destriyanto, di saat kemajuan teknologi semakin pesat, namun bagi masyarakat di Nagari Batu Taba tradisi baronde masih tetap dipertahankan. Baronde atau bergantian secara bergotong-royong memanen padi di masing-masing lahan itu juga dapat menekan biaya panen dan keuntungan lebih banyak.


“Kegiatan baronde juga dapat mempererat hubungan silaturahmi, selain itu karena hamparan sawah ini di tepi Danau Singkarak maka ke depan akan kita kembangkan menjadi lokasi objek wisata, namun tidak dengan mengubah keasliannya,” tambah wali nagari yang juga penyuluh pertanian swadaya itu.


Sedangkan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Taba, Basrizal Dt. Pangulu Basa mengatakan, kalau pertanian bukan urusan masa lalu atau saat ini semata, namun urusan sepanjang waktu. Peristiwa pandemi covid-19 menjadi pembelajaran dan kesadaran bahwa sektor pertanianlah yang menyelamatkan kehidupan.


“Sektor Pertanian mesti menjadi urusan utama di Tanahdatar, Batu Taba tidak bisa berdaulat kalau kebutuhan prosesi adatnya tidak bisa dipenuhi atau dicukupi oleh kenagarian Batu Taba. Terkait lahan pertanian di Batu Taba kita punya cukup luas dan hasil pertanian seperti beras Nagari Batu Taba tergolong surplus,” ucapnya.


Sementara itu Koordinator BPP Kecamatan Batipuh Selatan, Virda Yufanto Rajab mengatakan, hasil panen di Nagari Batu Taba saat ini jauh meningkat. Hal itu juga berkat kekompakan petani yang sudah melakukan pola tanam padi serentak.


“Dengan pola pertanian tanam padi secara serentak, ini dapat menekan gangguan hama padi dan hasil padi juga jauh lebih meningkat. Panen di hamparan seluas lebih kurang 80 hekatre ini hasil panen sudah di atas 7,5 ton per hektare. Baru-baru ini uji coba dengan mengubah pola, memupuk dan dosis, hasil bahkan bisa mencapai 10 ton per hektare, namun ini belum diterapkan secara keseluruhan,” ucapnya. (nas)