28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Dua Pencuri Kotak Infak Diringkus, Satu Pelaku Diceburkan ke Kolam

PAYAKUMBUH, KP – Dua orang pelaku pencurian uang kotak infak masjid di dua lokasi berbeda berhasil diringkus. Satu pelaku diamankan di Jorong Parak Lubang, Kenagarian Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota dan seorang lagi tertangkap basah saat sedang beraksi di Masjid At Taqwa Bukareh, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Pelaku yang ditangkap di Kabupaten Limapuluh Kota berinisial DS panggilan Bandit (31 tahun). Ia mengupak uang kotak infak Masjid Mukhlisin, Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Tak hanya sekali, ternyata pelaku sudah dua kali menggasak uangh infak jemaah masjid. Terakhir, aksinya dilakukan BanditRabu lalu (5/8).

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan melalui Kasatreskrim AKP M.Rosidi, mengungkapkantersangka ditangkap Minggu (9/8) berdasarkan laporan polisi nomorLP/K/238/VIII/2020/Res tanggal 9 Agustus 2020.

“Pelaku diamankan tim opsnal Reskrim Polres Payakumbuh sekira pukul 01.00 WIB di rumahnya di Jorong Parak Lubang, Kenagarian Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap AKP M.Rosidi.

Menurutnya, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh, tersangka mengakui bahwa sebelumnya dia juga pernah melakukan pencurian kotak amal di Mesjid Mukhlisin tersebut. Namun, aksinya yang kedua terekam CCTV dan menjadi petunjuk untuk meringkus pelaku.

AKP MRosidi juga mengungkapkanterkait beredarnya foto pelaku secara luas di media sosial dalam kondisi babak belur dihajar massa, hal itu terjadi pada Bulan Ramadan lalu di Jorong Taratak, Kenagarian Tanjuang Gadang, Kecamatan Luak karena saat itu pelaku sering menggeber-geber gas sepeda motornya di jalan raya. Sedangkan kabar yang menyebutkan pelaku menggunakan senjata api saat melakukan aksi pencurian di TKP berbeda, AKP M Rosidi menjelaskan bahwa hal itu tidak benar karena yang digunakan pelaku adalah senjata api mainan atau korek api gas berbentuk pistol.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka saat ini diamankan di Mapolres Payakumbuh bersama barang bukti pistol mainan atau korek api yang sering dibawanya dalam menjalankan aksi kejahatannya.

AKSI PENCURIAN KOTAK INFAK DIGAGALKAN WARGA, PELAKU DICEBURKAN KE KOLAM

Sementara itu, aksi pencurian uang kotak infak di Masjid At Taqwa Bukareh, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam berhasil digagalkan warga yang saat itu sedang menikmati WiFi gratis. Peristiwa itu terjadi Sabtu sore (8/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Terduga pelaku berinisial S (31 tahun). Aksi pelaku sebelumnya juga terekam kamera pengawas (CCTV). Ia datang ke masjid dengan sepeda motor matic dan parkir di sudut masjid. Saat memasuki masjid dan mencoba mencongkel kotak infak, aksinya diketahui oleh warga yang sedang bermain handphone. Warga bernama Jufri itu mengintip aksi pelaku dari balik kaca masjid.

Mengetahui perbuatan pelaku, Jufri berlari ke pekarangan masjid dan berteriak maling. Lokasi masjid yang berada di persimpangan jalan raya membuat warga setempat berhamburan mengepung pelaku.

Pelaku yang sempat membantah perbuatannya membuat warga geram. Beberapa warga bahkan sampai menghajarnya. Sambil menunggu aparat kepolisian datang, pelaku kemudian diceburkan warga ke sebuah kolam yang ada di pekarangan masjid.

Kapolsek Tilatang Kamang AKP Lirman mengatakan setelah mengamankan pelaku pihaknya menyita barang bukti dua kotak amal serta obeng dan beberapa lembar uang kertas yang dibuang pelaku di sudut masjid.

“Awalnya pelaku enggan mengaku, namun karena barang bukti ada, tentu pelaku tidak bisa mengelak,” katanya, dilansir langgam.id, Minggu (9/8).

Pihak kepolisian menduga ada beberapa kasus serupa yang terjadi di beberapa wilayah hukum Polres Bukittinggi. Ciri-ciri pelaku kabarnya mirip dengan rekaman CCTV di daerah lain.

“Kami sudah koordinasi dengan beberapa Polsek agar didapati laporan serupa. Maling kotak amal sedang marak terjadi. Ini yang sedang kami kumpulkan,” jelasnya.

Saat ini pelaku telah mendekam di sel Mapolsek Tilatang Kamang. Pelaku dikenakan pelanggaran hukum pencurian dengan pemberatan atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (dst/lgm)