20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Festival Budaya dan Kuliner Digelar 15-17 Agustus

BATUSANGKAR, KP – Melestarikan adat budaya beserta permainan anak nagari, Pemuda Jorong Batang Gadih, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, menggelar pegelaran Festival Budaya dan Kuliner, dari tanggal 15 sampai 17 Agustus 2020 besok.

Festival yang digelar dalam mengisi peringatan hari kemerdekaan RI ke-75 ini, dibungkus dalam tema “The Cultures Of Batipuah” Baradaik Ka Batipuah, Barajo Ka Pagaruyung, Adaik Salingka Nagari”.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Budaya dan Kuliner Ade RP ketika dihubungi via telpon selulernyakepada KORAN PADANGmengatakan, pegelaran ini dibentuk sebagai alat untuk melestarikan adat budaya dan permainan anak nagari yang telah mulai ditinggalkan didalam kehidupan bermasyarakat.

“Didasari kurang nya kesadaran masyarakat tentang pemahaman, pemakaian dan penepatan adat itu sendiri. Ditambah adat ini telah banyak tidak di pakai di Batipuah,” ujarnya.

Melalui festival ini, dia berharap pingin membalikan kesadaran masyarakat tentang duduknya adat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saat ini banyak dari niniak mamak sendiri yang tidak menerapkan adat itu sendiri. Misalnya sudah tau anak kamanakan nya salah, dan sudah tau kaum nyo salah, tidak ada sedikit pun teguran dari ninik mamak. Jadi kami hanya pingin membalikan fungsi ninik mamak itu sendiri,” ungkapnya.

Disamping itu katanya, festival digelar juga sebagai alat pemersatu anak nagari, serta memajukan perekonomian masyarakat melalui pelestarian adat dan budaya, dengan tujuan menjadikan daerah sebagaiDestinasi wisata adat dan wisata edukasi.

“Jika ini tercapai, kita yakin daerah kita akan menjadi salah satu daerah yang wajib di kunjungi oleh para wisatawan,” tuturnya.

Selain itu, katanya melalui kegiatan ini juga mengehidupkan kembali marwah daerah yang beradat.

“Barajo Ka Pagaruyung, Baradaik Ka Batipuah. Batipuah nagari gadang, 10 koto didalamnya, dan sapuluah anak kotonya,” ucapnya.

Ditambahkan Ade RP, kegiatan ini juga mengalihkan perhatian pemerintah ke daerah. Sehinga bisa merangkul generasi muda melalui organisasi- organisasi yang merangsang pikiran untuk kemajuan perekonomian masyarakat dengan mengadakan pelatihan – pelatihan atau membentuk sebuah sanggar kesenian.

“Melalui perhatian tadi, kita bisa mengwujudkan kegiatan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan karya yang mencerminkan nilai budaya, kearifan lokal, dan karakter bangsa,” sebutnya.

Dia pun yakin, melalui perhatian itu, akan terciptanya sebuah karya kreasi baru, karya inovasi yang dinilai mampu menjawab masalah pemajuan kebudayaan kekinian, dan atau tantangan di masa depan, serta tersedianya ruang perjumpaan yang dapat menciptakan interaksi budaya yang bebas, saling memperkaya dan dapat memperkuat kebudayaan, serta mampu melahirkan budaya yang inklusif.

Sementara itu Pemerhati Budaya dan Adat Minangkabau Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, yang akrab dipanggil Mak Katik, mengatakan festival yang dimotori oleh Pemuda Jorong Batang Gadih itu sebuah hal yang sangat positif. Sebab, dari pikiran awal merangsang generasi muda memahami adatnya kembali.

“Kalau itu terjadi, pasti sesudah festival ini akan dicubo membangun dan menghidupkan buhu- buhul kesenian di Nagari Batipuh Baruah. Baik dalam bentuk tarian tradisional, seperti randai, silek, saluang, dan alu pasambahan,” ungkap Mak Katik.

Malahan Mak Katik pun yakin, jika itu terjadi, kebudayaan itu sendiri akan bangkit kembali dan menjadi pakaian anak nagari, serta menjadi aplikasi dalam kehidupan bernagari.

“Sesuai pituah nan ada di alam Minangkabau, bahasa ka Pariangan baradaik ka Batipuah. Tentu berdampak sangat positif, terutama bagi daerah, khususnya Kabupaten Tanah Datar, dan Minangkabau pada umumnya, ” pungkasnya.

Seluruh rangkaian acara nanti akan melibatkan tokoh tokoh, niniak mamak, bundo kanduang, cadiak pandai, alim ulama, anak nagari Batipuah, di hari pertama Sabtu (15/8) akan digelar mengenalkan pakaian baju kebesaran niniak mamak, bundo kanduang dengan memakai acara batagak pangulu, makan bajamba dan pasambahan kato memakai acara baralek, pegelaran tari tarian, Silek, Randai, saluang, nyayi tardisional, festival kuliner dari pagi, dan perkenalan baju adat khas batipuah.

Dihari kedua Minggu (16/8) akan digelar jalan santai sekaligus memperkenalkan alam dan tempat- tempat wisata yang ada di Batipuah beserta tradisi masyarakatnya, dan festival “ALANG ALANG BARADAIK.Sedangkan pada hari ketiga, Senin (17/8), akan digelar perlombaan anak nagari dan acara 17-an.

Dalam setiap rangkaian kegiatan tersebut, Niniak mamak memakai baju kebesarannya, Bundo kanduang memamakai baju basiba, dan bagi masyarakat yang terlibat beserta panitia memakai pakaian guntiang cino dan celana kerek atau baju guntiang ampak bagi yang laki- laki dan baju basiba bagi yg perempuan. (nas)