GAJI KE-13 CAIR Hari Ini Rekening PNS Bertambah Jutaan Rupiah

JAKARTA, KP – Pemerintah memastikan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2020 cair hari ini, Senin (10/8). Kepastian itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2020.

Dalam beleid itudisebutkan bahwa gaji ke-13 PNS tahun ini akan diberikan dengan nilai maksimal sebesar penghasilan pada Bulan Juli 2020. Penghasilan itu meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. Nominalnya mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta, tergantung golongan masing-masing PNS.

Fantastis! Anggaran gaji ke-13 tahun ini mencapai Rp28,5 triliun. Anggaran ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp14,6 triliun, gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji untuk PNS pusat Rp6,73 triliun, pensiunan Rp7,86 triliun, dan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk PNS daerah Rp 13,89 triliun.

“Rincian anggarannya sudah ditetapkan dalam PP (Nomor 44 Tahun 2020) silahkan dicek,” ujar Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (9/8).

Dalam hal penghasilan pada bulan Juli yang disebutkan pada Pasal 5 Ayat (1) PP Nomor 44 Tahun 2020 mencatat bahwa gaji ke-13 belum dibayarkan sebesar penghasilan yang seharusnya diterima karena berubahnya penghasilan, kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ketiga belas.

Calon PNS (CPNS) juga memperoleh gaji ke-13. Besaran gaji ke-13 bagi CPNS paling banyak meliputi 80 persen dari gaji pokok PNS, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

Sedangkan rincian gaji ke-13 untuk pimpinan lembaga nonstruktural (LNS), akan menerima gaji ke-13 sebesar Rp9,52 juta untuk ketua atau kepala, Rp8,793 juta untuk wakil, dan Rp8 juta untuk sekretaris dan anggota.

Sementara untuk pejabat non-PNS pada LNS atau pejabat lainnya non-PNS yang menduduki jabatan setara eselon akan menerima gaji ke-13 sebagai berikut: eselon I Rp9,6 juta, eselon II Rp7,3 juta, eselon III Rp5,3 juta, dan eselon IV Rp5,2 juta.Adapun untuk pegawai non-PNS pada LNS akan menerima gaji berdasarkan pendidikan terakhir mereka masing-masing dengan besaran Rp2,3 juta hingga Rp5,9 juta.

Dalam beleid itu mengatakan bahwa gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ketiga belas sebagaimana yang dimaksudkan, dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, pajak penghasilan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah juga tidak mengenakan pemotongan iuran atau pemotongan lainnya.

Pembayaran gaji atau penghasilan ke-13 sebagaimana dimaksudkan, dilaksanakan melalui penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) yang dilakukan oleh pejabat penanda tangan SPM ke rekening penerima. Di mana, pejabat penanda tangan SPM mengajukan SPM gaji atau penghasilan ke-13 kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). (ozc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KECELAKAAN BERUNTUN DI DEPAN EKS. BALAIKOTA PADANG Tujuh Kendaraan Rusak, Dua Juru Parkir Terluka

Ming Agu 9 , 2020
PADANG, KP – Kecelakaan terjadi di Jalan M Yamin, tepatnya di depan Kantor Balaikota Lama, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (8/8) sekitar pukul 17.49 WIB. Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu berawal ketika mobil Pajero Sport warna hitam BA 74 TI yang datang dari arah Terandam melaju ke arah Pasar […]