24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Harga Emas Diprediksi Bisa Tembus Rp 2 Juta/Gram

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA, KP – Harga emas terus mencetak rekor. Bahkan, tren kenaikan harga emas diperkirakan akan terus terjadi sampai akhir tahun dengan harga jual emas diprediksi bisa menyentuh Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per gram.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi melejitnya popularitas emas. Salah satunya, banyak orang yang ingin melakukan lindung nilai, terutama kelas menengah dan ataspada masa krisis saat ini.

“Kita ketahui, tiap krisis, aset lindung nilai paling aman adalah emas. Tidak terkecuali sekarang,” ujarnya,Minggu (9/8).

Bhima memproyeksitren kenaikan harga emas setidaknya akan terjadi sampai ada tanda-tanda pemulihan dari resesi ekonomi. Sebab, faktor utama dinamika harga emas adalah ketidakpastian di tingkat global yang kini terjadi akibat krisis kesehatan.

Faktor lain, tambahnya, banyak pihak yang menjadi spekulan karena melihat tingginya keuntungan berinvestasi emas. Tingkat keuntungannya bahkan mencapai lebih dari 40 persen secara tahunan. Besarnya return tersebut melebihi imbal hasil dari Surat Berharga Negara (SBN) yang berada pada rentang 6-7 persen. Deposito pun masih berada pada level lima dolar, meskipun dengan valuta asing atau dolar AS.

“Jadi, emas ini masih top untuk terkait keuntungan,” tutur Bhima.

Di sisi lain, ia menerangkan ada tren bank sentral di banyak negara yang mulai meningkatkan cadangan emas. Hal ini dilakukan sebagai kebijakan untuk mengantisipasi terjadinya tekanan ekonomi di kemudian hari seperti kenaikan inflasi. Kebijakan tersebut yang menyebabkan tingkat permintaan terhadap emas naik dan harga ikut terkerek naik.

Faktor lain, tidak adanya kenaikan suplai dari emas yang cukup signifikan dalam 10 tahun terakhir. Pasalnya, tidak ditemukan tambang emas berskala besar dalam kurun waktu tersebut. Keterbatasan ketersediaan membuat emas menjadi instrumen yang semakin diperebutkan.

Di tengah kenaikan harga emas, Bhima menekankan, para investor juga harus tetap waspada. Koreksi dalam mungkin saja terjadi ketika harga emas mencapai lebih dari Rp1,5 juta per gram atau saat terjadi tanda-tanda pemulihan ekspektasi.

“Ini harus dicermati,” katanya.

Di sisi lain, PT Pegadaian (Persero) mencatatterjadinya kenaikan jumlah rekening aktif tabungan emas yang signifikan pada tahun ini. Bahkan, pada periode semester pertama saja, pertumbuhannya lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ninis Kesuma Adriani menjelaskan, tren tersebut terutama dikarenakan ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi covid-19. Dampaknya dirasakan ke berbagai sektor, mulai dari harga minyak dunia yang tertekan, pelemahan nilai dolar hingga pada akhirnya menyebabkan harga emas menguat.

Kenaikan harga emas yang tajam justru mendorong minat masyarakat untuk mulai berinvestasi ataupun mengalihkan dana mereka ke dalam bentuk emas yang dianggap lebih aman dan bebas risiko.

“Per semester satu, terdapat 5,1 juta rekening aktif tabungan emas, tumbuh 129 persen dari semester satu tahun lalu,” kata Ninis, Minggu (9/8).

HARGA EMAS

Sebelumnya, harga emas Antam dirilis Rp1.065.000 per gram pada perdagangan akhir pekan Jumat lalu (7/8). Angka ini naik cukup tinggi, Rp 11.000dari harga pada perdagangan Kamis (6/8) di angka Rp 1.054.000 per gram.

Harga emas Antam sendiri mengikuti perdagangan emas berjangka di pasar dunia yang juga masih mencatatkan kenaikan tajam. Harga emas Antam sendiri mulai bergerak di atas sejuta rupiah sejak Selasa lalu (28/7) dengan angka Rp1.022.000 per gram.Sementara harga buyback juga dipatok naik menjadi Rp964.000 per gram.

Logam mulia, khususnya emas, memang menjadi incaran para investor di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global seperti saat ini. Seperti diketahui, emas adalah safe haven alias instrumen investasi paling aman dibanding aset lain, seperti saham.

Namun perlu dipahami bahwa bila berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. Seperti pada hari iniada selisih Rp101.000 per gram antara harga jual dan harga beli kembalinya.

Dikutip Reuters, harga emas di pasar dunia kemarin juga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di angka 2.069,21 dolar AS per troi ons. Harga emas di pasar dunia saat ini sudah naik 500 dolar AS sejak awal tahun. Bahkan dalam dua pekan terakhir saja, kenaikannya mencapai 200 dolar AS.

Sementara untuk harga jual perak juga mengalami kenaikan cukup tinggimenjadi Rp 14.500 per gram. Perak sendiri ikut mengalami kenaikan permintaan dari industri. Seperti diketahui, logam perak digunakan dalam berbagai industri manufaktur seperti pembuatan panel surya hingga alat elektronik.

DAFTAR HARGA EMAS BATANGAN ANTAM

0,5 gram: Rp 562.500

1 gram: Rp 1.065.000

2 gram: Rp 2.070.000

3 gram: Rp 3.080.000

5 gram: Rp 5.105.000

10 gram: Rp 10.145.000

25 gram: Rp 25.237.000

50 gram: Rp 50.395.000

100 gram: Rp 100.712.000

250 gram: Rp 251.515.000

500 gram: Rp 502.820.000

1 kg: Rp 1.005.600.000. (snc)