SETELAH REFOCUSING ANGGARAN UNTUK COVID-19 Hanya Sekitar 60 Paket Kegiatan yang Ditender Melalui BPBJ Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Dari rencana 115  paket Kegiatan SKPD yang akan ditender Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) pada tahun 2020. Setelah dilakukan Refocussing anggaran untuk Covid-19, maka tersisa sekitar 60 paket kegiatan yang harus ditenderkan melalui BPBJ. Dari 60 paket kegiatan itu, 57 paket telah ditender dan sudah ada yang dikerjakan.      Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan jasa Setdako Bukittinggi, Surya Agusta  kepada KORAN PADANG di ruang kerjanya, Jumat (7/8).

Dikatakannya, 60 paket kegiatan yang tidak terkena Refocussing itu pada umumnya paket kegiatan lanjutan. Seperti lanjutan Pembangunan RSUD Bukittinggi dengan nilai terkontrak sebesar Rp 80.5 Miliar. Lanjutan pembangunan Kandang tahap II TMSBK dengan nilai terkontrak sebesar Rp 14,4 Miliar. Kemudian lanjutan pembangunan Mall Pelayanan Terpadu, dengan nilai terkontrak sebesar Rp 9,7 Miliar.

Selanjutnya, lanjutan pembangunan Kantor Lurah Pakan Kurai dengan nilai terkontrak Rp 1,3 Miliar. Lanjutan pembangunan SMPN 7 dengan nilai terkontrak Rp 3,04 Miliar. Lanjutan pembangunan SDN 19 ATTS dengan nilai terkontrak Rp 1,9 Miliar. Lanjutan pembangunan SDN 05 Tarok Dipo dengan nilai terkontrak Rp 759 juta. Lanjutan pembangunan SMPN 5. Lanjutan pembangunan SDN 06 ATTS dengan nilai terkontrak Rp 1,99 Miliar. Pembangunan Kantor Lurah Manggih Gantiang dengan nilai terkontrak Rp 1,3 Miliar.

Berikutnya pengadaan Dam Truk dengan nilai terkontrak Rp 1,3 Miliar. Pembangunan Dam Penahan tebing Jalan Binuang (Kelok Cindua) dengan nilai terkontrak Rp 3,9 Miliar. Pembangunan Puskesmas Mandiangin dengan nilai terkontrak Rp 3,99 Miliar. Lanjutan pembangunan trotoar Jalan Sudirman dengan nilai terkontrak Rp 1,54 Miliar. Pembangunan SDN 08 Campago Ipuah dengan nilai terkontrak Rp 2,52 Miliar. Pembangunan SDN 04 Garegeh dengan nilai terkontrak Rp 4,1 Miliar.

Kemudian lanjutan pembangunan SMPN 4 dengan nilai terkontrak sebesar Rp 5,1 Miliar. Lanjutan pembangunan SDN 01 Benteng Pasar Atas dengan nilai terkontrak sebesar Rp 1,97 Miliar. Lanjutan pembangunan SDN 15 Pulai Anak Aia dengan nilai terkontrak Rp 2,89 Miliar. Lanjutan Pembangunan SDN 17 Pakan Kurai dengan nilai terkontrak sebesar Rp 1,4 Miliar.

“Setelah itu jasa kebersihan Pasa Ateh dengan nilai terkontrak Rp 1,54 Miliar. Keamanan Pasa Ateh dengan nilai terkontrak Rp 414 Juta. Pemeliharaan berkala Jalan Dalam Kota dengan nilai terkontrak Rp 5,32 Miliar. Pembangunan Panggung Kesenian di Benteng Ford de Kock dengan nilai terkontrak Rp 809 juta. Pembangunan Pedesterian Benteng Ford de Kock dengan nilai terkontrak Rp 685 juta. Pengadaan Skaid Loader untuk Dinas Lingkungan Hidup dengan nilai terkontrak Rp 968 juta, dan kegiatan pembangunan lainnya,” urai Surya Agusta.

Dengan telah selesai dilelang dan telah ada yang dikerjakan pelaksanaannya lanjut Surya Agusta, tentu diharapkan semua kegiatan pembangunan itu dapat selesai sesuai kontrak. “Sehingga pembangunan yang diselesaikan itu akan lebih menunjukkan kualitas Kota Bukittinggi yang lebih baik lagi, dengan bangunan yang representatif dan semakin nyaman bagi masyarakat untuk berurusan. Sebab bangunan yang dilanjutkan itu pada umumnya pembangunan gedung atau kantor untuk pelayanan masyarakat, di samping bangunan sekolah yang representatif dan membuat anak didik dan guru semakin nyaman dan aman untuk melakukan proses belajar mengajar,” ungkapnya. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

JAM GADANG PALING FAVORIT Kunjungan Wisatawan ke Bukittinggi Terus Membludak

Ming Agu 9 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Kunjungan wisatawan ke Kota wisata Bukittinggi di era New Normal, khusus untuk objek wisata tidak berbayar seperti Pedesterian Jam Gadang, diakui selalu membludak. Namun untuk objek wisata berbayar, tingkat kunjungan baru sekitar 70 persen dibandingkan sebelum terjadinya wabah Covid-19. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan […]