24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Wako Zul Elfian Resmikan Perubahan Status Musala Menjadi Masjid Al Muhajirin

SOLOK, KP – Walikota Solok Zul Elfian, meresmikan perubahan status Musala menjadi Masjid Al Muhajirin Komplek Griya Suka Indah, Kelurahan Tanah Garam, Jumat (7/8). Turut hadir pada kesempatan itu Anggota DPRD Kota Solok Nasril In Malintang, Rusdi Saleh, Forkopimda Kota Solok, Kakan Kemenag Kota Solok Eri Iswandi, Camat Lubuk Sikarah Novri Aprilizen, dan Lurah Tanah Garam, Asril.

Dalam arahannya, Wako mengucapkan selamat kepada pengurus masjid dan masyarakat yang telah berhasil mewujudkan perubahan status Musala menjadi Masjid. Ke depan kata Wako, bagaimana tugas kita memakmurkan masjid dan masyarakat selalu betah berada di Masjid. Disebutkannya, visi Pemko Solok yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021 yakni terwujudnya masyarakat Kota Solok yang beriman, bertakwa dan sejahtera menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern.

Perubahan status itu lanjutnya, merupakan salah satu cara mewujudkan visi tersebut. Selain itu, juga mewujudkan Solok Kota Beras Serambi Madinah. “Saat ini Pemko Solok juga terus gencar memperindah dan mempercantik Masjid-masjid yang ada, agar masyarakat nyaman beribadah dan selalu memakmurkan Masjid,” sebut Wako.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Solok, Nasril In mengatakan, dalam ajaran Agama Islam, Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka Bumi, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di masjid. “Diharapkan Masjid ini akan dapat menyebarkan cahaya Islam, menjaga persatuan dan kerukunan umat, serta dapat bersama-sama memakmurkan masjid,” sebutnya.

Sedangkan Kakan Kemenag Kota Solok Eri Iswandi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Masjid seperti zaman rasulullah. Masjid sebagai pusat keagamaan, pusat munculnya pemikiran cemerlang, serta pusat kegiatan lainnya. Sehingga, nantinya masyarakat benar-benar merasakan terbangunnya Solok Kota Beras Serambi Madinah. Selain itu pengurus Masjid harus memahami kendala masyarakat sekitar, apabila tidak ikut meramaikan Masjid.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Ispendy mengatakan, Musala itu awal dibangun pada tahun 2008, di atas tanah fasum dari Pemko Solok. Di mana dana pembangunan diambil dari masyarakat, kaum muslimin dan muslimat, donatur dan dana pemerintah. Sementara itu melihat perkembangan penduduk yang semakin banyak, sudah sepatutnya Musala itu dirubah statusnya menjadi Masjid. “Ucapan terimakasih kepada Pemko Solok yang telah menyetujui perubahan status dari Musala menjadi Masjid Al-Muhajirin,” katanya. (van)