43 Pasutri di Bukittinggi Ikuti Sidang Istbat Nikah Terpadu

BUKITTINGGI, KP – Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membuka pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Terpadu di Hall Badan Keuangan Bukittinggi, Senin (10/8). Hadir Ketua Pengadilan Agama, Ketua TP PKK, Kemenag, Asisten III, Kadisdukcapil dan camat dilingkungan Pemko Bukittinggi.

Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Yesi Ramlan Nurmatias mengatakan kegiatan itu merupakan kerjasama Pemko Bukittinggi, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan PKK. “Setelah diverifikasi, terdapat 43 keluarga yang akan menjalani sidang istbat nikah pada hari ini (kemarin – red),” ujarnya.

Kegiatan itu, kata Yesi, sangat penting untuk membantu warga melegalkan pernikahan secara negara dan memberikan hak kepada anak untuk mendapatkan akte kelahiran yang jelas. Kegiatan itu sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat agar taat peraturan perundang-undangan dan diharapkan terbentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, terhindar dari kekerasan rumah tangga, serta memiliki generasi penerus yang punya identitas diri jelas dan lengkap.

“Kegiatan ini sudah tahun kedua dilaksanakan. Jika masih ada masyarakat yang belum tercatat pernikahannya secara negara maka akan diadakan kembali. Bisa juga kita laksanakan nikah massal. Tentu saja diharapkan kerjasama dengan Pemko Bukittinggi dan pihak terkait lainnya,” tutur Yessi.

Sementara, Ketua Pengadilan Agama Bukittinggi Orba Susilawati mengatakan Isbat Terpadu bertujuan untuk menyelamatkan pernikahan yang tidak tercatat dan tidak terdaftar di KUA dan pencatatan akte kelahiran anak dari pernikahan yang belum tercatat.

“Ini merupakan program Mahkamah Agung dan diberikan kewenangan kepada Pengadilan Agama untuk melaksanakan persidangan. Dengan program ini diharapkan memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya pencatatan pernikahan secara negara,” ujar Orba Susilawati sembari menambahkan kegiatan itu merupakan kerja terpadu sehingga disebut sidang isbat nikah terpadu.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang solid bersama Pemko Bukittinggi, Kemenag, dan TP PKK Bukittinggi.

Sedangkan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat penting karena pernikahan yang belum tercatat oleh negara akan merugikan anak karena akte kelahirannya tidak jelas.

“Bagi pasangan menikah yang belum tercatat oleh negaratidak perlu malu karena secara agama telah sah hanya saja belum tercatat oleh negara. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menfasilitasinya. Termasuk menfasilitasi penikahan yang sah antara pasangan yang belum sah secara agama pernikahannya. Kegiatan hari ini gratis dan tidak dipungut biaya,” ujar Wako Ramlan.

Pada kesempatan itu, wako kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga penularan covid-19. Pastikan diri dan lingkungan sehat saat keluar dan masuk kembali kerumah dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DILEPAS DIRJEN GTK KEMDIKBUD RI 4.168 Mahasiswa UNP Laksanakan PLK/PPL

Sel Agu 11 , 2020
PADANG, KP – Universitas Negeri Padang (UNP) melepas mahasiswa dan mahasiswi peserta Program Praktik Lapangan Kependidikan/Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLK/PLP), Senin (10/8) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan langsung pada Yotube UNP Video Streaming. Kegiatan PLK/PPL itu dibuka oleh Kepala Pusat Program Pengalaman Lapangan UNP Dr. Sukardi, MT dengan […]