Alumni dan Majelis Guru SMP 3 Guntal Kunjungi Indra Yeka, Penderita Tumor Otak

SOLOK, KP – Usai dikunjungi Bupati Solok, H. Gusmal dan Alumni SMP 3 Gunung Talang angkatan 2000 serta Pemerintah Nagari Koto Gadang Guguk, pada Sabtu lalu. Selasa (11/8), giliran keluarga besar Alumni SMP 3 Guntal dan majelis guru serta Komite sekolah yang mengunjungi Indra Yeka (36 tahun), tukang ojek yang menderita kebutaan dan tidak bisa mendengar serta beraktivitas lagi.

Sebelumnya telah diberitakan, Indra Yeka (36 tahun) merupakan warga Pasar Usang, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, yang menderita kebutaan dan tidak bisa mendengar lagi sejak beberapa bulan terakhir usai divonis dokter mengalami tumor otak.

Di antara rombongan yang hadir, yakni Kepala SMP Negeri 3 Gunung Talang Yenni, Ketua Alumni dan juga sekaligus Ketua Komite Sofriwandy NR, Sekretaris Komite, Bendahara Komite dan lainnya. Kepsek Yenni dan keluarga alumni berpesan agar Indra Yeka bersabar dalam menghadapi ujian yang diderita dan tetap optimis semua itu adalah ujian dari Allah SWT. ”Semua ujian ini ada hikmahnya dan kita akan bersama-sama dalam mencari jalan keluar dan mengatasinya agar Indra bisa sembuh kembali,” harap Yenni.

Pada kunjungan tersebut, rombongan alumni dan majelis guru datang untuk memperlihatkan rasa kepedulian dan solidaritas mereka kepada Indra yang juga merupakan alumni SMP Negeri 3 Guntal tahun 2000. “Kunjungan ini jelas menunjukkan rasa simpati kami kepada rekan Indra Yeka yang mengalami musibah seperti ini,” sebut Yenny, diamini Bendahara Komite Arwita Marni, yang sekaligus koordinator pengumpulan dana untuk disumbangkan ke Indra Yeka.

Arwita Marni bersama kawan-kawan yang hadir berharap Indra Yeka bisa sembuh kembali seperti semula. “Kami ingin sedikit berbagi dengan Indra Yeka dan mudah-mudahan sahabat yang lain juga nanti bisa menyusul memberi bantuan untuk meringankan beban dia,” papar Arwita Marni dan Darlamsyah.

Di samping itu jelasnya, bantuan yang diberikan merupakan hasil sumbangan sahabat alumni semua angkatan dan juga keluarga besar majelis guru yang tersebar di berbagai daerah. pihaknya mengaku akan terus menggalang dana untuk diberikan kepada Indra Yeka.

Sedangkan pada Jumat (7/8), rombongan dari pemerintah Nagari Koto Gadang Guguak, juga sudah datang membezuk Indra Yeka dan juga membawa bantuan. Di mana Indra Yeka memang membutuhkan biaya besar untuk berobat bahkan hingga ratusan juta rupiah. Namun kini dia harus terbaring lemah di kediamannya di kawasan Pasar Usang, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok atau tidak jauh dari kediaman Bupati Solok.

“Alhamdulillah, kawan-kawan dan rekan-rekan Indra Yeka ikut berpartisipasi membantu melalui rekening yang saya buka dan ada juga yang mau datang langsung ke rumah Indra,” terang Arwita.

Selain di Nagari Guguak, warga Nagari Cupak di bawah koordinator Mai Depi dan Lisa Nopela, juga ikut mengumpulkan sumbangan. “Ini masalah kemanusian bukan untuk tenar. Jadi kami akan terus berusaha mengumpulkan dana untuk membantu saudara kita Indra Yeka,” tutur Mai Depi.

Selain itu, koordinator untuk Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, juga sudah terbentuk melalui koordinator Salmi Hayati. “Kita benar-benar terenyuh usai membaca berita tentang nasib yang menimpa saudara kita di Pasa Usang Koto Gadang Guguak. Mudah-mudahan semakin banyak dermawan yang membantu,” tutur Salmi Hayati.

Sementara itu saat ini Indra tinggal bersama ibu dan adiknya. Sedangkan istrinya, sudah pulang ke rumah orang tua semenjak Indra Yeka tidak bisa lagi beraktivitas. Orang tua Indra, Lisnar (60 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harus berhenti bekerja karena anaknya Indra Yeka tiba-tiba buta dan tuli usai operasi tumor otak.

Sejak Indra Yeka sakit, i lah yang merawatnya. Lisnar tidak bisa meninggalkan Indra Yeka sendirian di rumah. Sementara Adik Indra Yeka, Hendra Fauzi bekerja sebagai karyawan catering di kawasan Gunung Talang. Sebagai pekerja harian, Hendra berusaha untuk membantu biaya hidup orang tuanya. Namun untuk membawa kakaknya berobat dua atau tiga kali seminggu ke rumah sakit di Padang, penghasilannya tidak cukup.

Kini Lisnar dan Indra Yeka hanya bisa berdoa, sembari mengharapkan uluran tangan kita semua untuk meringankan bebannya. Bagi donatur yang ingin meringankan beban Indra Yeka bisa menghubungi nomor 0812-3306-6118  atas Hendra Fauzi, adik Indra Yeka atau kirim donasi pembaca yang budiman  ke nomor rekening alumni SMP 3 Gunung Talang dengan nomor rekening 555201017749534 atas nama Arwita Marni. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TP PKK Kota Bukittinggi Juara Umum Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumbar

Sel Agu 11 , 2020
TP PKK Kota Bukittinggi secara berturut-turut tiga kali meraih juara umum kategori Kota pada Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Tahun 2020. Lomba ini termasuk dalam serangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 tingkat Provinsi Sumbar. Diraihnya juara umum untuk ketiga kalinya ini menunjukkan PKK Kota Bukittinggi […]