18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Coaching Clinic Pelatih PON Sumbar Resmi Dibuka Bustavidia

MANINJAU, KP – Gubernur Sumatra Barat diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Bustavidia, membuka secara resmi Coaching Clinic Pelatih cabang olahraga lolos ke PON Papua XX 2021, Selasa (11/8) di Nuansa Hotel Maninjau.

Dalam sambutannya, Bustavidia mengharapkan kegiatan itu berimplikasi positif kepada keolahragaan di Sumbar. Selain ilmu baru didapatkan oleh pelatih, juga sebagai ajang memperkuat silaturahmi dengan pelatih. “Harapan saya ikuti pelatihan ini dengan baik, dengan teori lebih ke program pencapaian target. Laksanakan tugas dengan matang jauh dari gesekan dan utamakan silaturahmi. Lakukan komunikasi dengan intens,” pintanya.

Bustavidia juga mengusulkan, selain penguasaan keterampilan fisik sangat perlu bagi pelatih dengan mengadopsi ilmu yang diberikan narasumber, juga perlu penguasaan Ilmu Teknologi (IT). “Tentunya pelatih dapat mengadopsi ilmu yang diberikan narasumber. Selain itu IT juga perlu lebih dikembangkan ke depannya. Jangan hanya mengandalkan fisik saja,” kata Kadispora.

Sementara Ketua KONI Sumbar, Syaiful di kesempatan yang sama mengatakan, program coaching clinic itu sudah lama direncanakan KONI untuk meningkatkan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelatih Ranah Minang. “Jadi program yang kita buat ini bukan program ujuk-ujuk, tapi sudah lama kita rencanakan dari tahun lalu dan sudah masuk dalam RKA KONI. Semula direncanakan April, tapi karena Covid-19, terpaksa baru dilaksanakan sekarang,” ujarnya.

Ia menginginkan seluruh pelatih yang ikut serta dalam program itu bisa meningkatkan kompetensi kepelatihannya dan menyerap ilmu yang diberikan narasumber dari KONI Pusat Universitas Negeri Jakarta, UPI Bandung, serta narasumber dari UNP dan Unand. “Kita menggelar pelatihan ini bukan karena pelatihnya kekurangan ilmu, justru peserta hari ini adalah pelatih berpengalaman dan berhasil membawa atlet meraih prestasi di PON maupun iven lebih tinggi. Tapi kita punya sasaran besar ke depan agar bisa meraih emas lebih banyak di PON mendatang,” ujar pengacara senior Sumbar itu.

Syaiful juga mengungkapkan, KONI Sumbar pada PON mendatang memiliki target minimal bisa mempertahankan raihan pada edisi PON lalu. Namun demikian, KONI juga menginginkan kontingen Tuah Sakato di medan laga dapat membawa pulang 16 emas dan naik satu digit di peringkat sebelumnya.

“Di Papua, sasaran kita adalah emas. Karena ini PON paling mahal. KONI Sumbar punya target tak muluk-muluk, minimal bertahan di peringkat 11 atau bisa naik satu digit di peringkat 10 besar, sesuai target yang diucapkan Wakil Gubernur beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu mari kita semua berusaha untuk seayun selangkah mencapai target dimaksud,” ungkap Syaiful.

Sementara itu Ketua Tim Teknis KONI Sumbar, Fazril Ale menjelaskan, tujuan kegiatan itu adalah mendapatkan database pelatih fisik ke depan, di mana pelatih bisa memahami dan membuat program khusus untuk menunjang fisik atlet. Ia menyebut, untuk tenaga pelatih fisik di Indonesia sangat kurang, bahkan hanya bisa dihitung dengan jari. Apalagi di Sumbar, pelatih fisik yang paham dengan pelatihan fisik sistematis sesuai kebutuhan kecaboran boleh dikatakan belum ada.

“Indonesia berhasil berprestasi di Sea Games Filipina karena ada konsultan pelatih fisik. Terbukti juga performa atlet menjadi meningkat, karena ditangani dengan detail. Kita ingin juga di Sumbar banyak lahir pelatih fisik,” harapnya.

Fazril Ale juga meminta kepada seluruh peserta saat ini untuk membuang jauh-jauh mindset pelatih teknis juga melatih fisik, keduanya harus dipisah. Karena pelatih masa lalu terkuras energinya karena sekaligus melatih dua hal itu. “Pelatihan fisik dan teknik adalah dua hal yang berbeda, tidak bisa disamakan. Wajar saja pelatih dulu terkuras energinya karena dua hal ini digabung, sehingga tak bisa memberikan hasil maksimal,” tukasnya.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Irnaldi Samin menyampaikan, peserta kegiatan diikuti 52 orang pelatih dari 25 cabang olahraga yang berhasil lolos ke PON XX Papua. Sementara narasumber yang dihadirkan adalah Irwan T Amrun dari KONI Pusat, Dr Dikdik dari UPI Bandung, Dr Iwan Hernawan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr Alnedral Dekan FIK UNP, Dr Afriwardi dari Universitas Andalas, serta Dr Pudia M Indika dari UNP.

“Pelaksanaan kegiatan menerapkan protokol Covid 19 dengan melaksanakan rapid test kepada semua peserta, memakai face shield, pakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, serta mengatur jarak,” pungkasnya. (nal)