18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Rusia Negara Pertama di Dunia Produksi Vaksin Covid-19 Indonesia Mulai Uji Klinis Tahap Akhir pada Ribuan Relawan

MOSKOW, KP- Rusia menjadi negarapertama di dunia yang mendaftarkandan memproduksi vaksin virus corona (covid-19).Vaksin itu dikembangkan Gamaleya Research Institute. Uji klinis vaksin diakukan sejak 18 Junidan 38 relawan terbukti mampu mengembangkan kekebalan. Salah satu relawan adalah putri Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat segera memproduksi massal vaksin yang sangat penting ini,” kata Presiden Putin saat mengumumkan hal itu Selasa (11/8) pagi waktu Moskow sebagaimana dilansir sputniknews.com.

Putin mengatakan vaksin itu bekerja efektif dan membentuk kekebalan tubuh yang stabil. Ia berterimakasih kepada semua orang yang telah bekerja melawan virus coronadan menggambarkannya sebagai ‘langkah yang sangat penting bagi dunia’.

“Saya berharap rekan-rekan kita di luar negeri juga bisa majudan akan ada cukup banyak produk yang bisa digunakan di pasarandunia untuk obat-obatan dan vaksin,” lanjut Putin.

Ia menceritakan tentang putrinya yang ikut sebagai relawan. “Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat celciussedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat celcius, itu saja,” jelasnya.“Setelah suntikan (vaksinasi) kedua, suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres. Dia merasa baik dan memiliki antiboditinggi,” beber Putin.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan vaksin pertama Rusia melawan virus corona akan mulai diproduksi di dua lokasi, yaitu Gamaleya Research Institute dan perusahaan Binnopharm.

1.600 LEBIH RELAWAN IKUTI UJOCOBA VAKSIN DI JAWA BARAT

Sementara itu, penyuntikan perdana uji klinis vaksin covid-19 yang diproduksi sinovac asal China di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, berlangsung lancar, Selasa (11/8).

Penyuntikan kepada 20 perwakilan relawan disaksikan Presiden Joko Widodo. Penyuntikan itu merupakan uji klinis tahap tiga atau yang terakhir sebelum vaksin covid-19 diproduksi secara massal.

Sebelum menyaksikan penyuntikan, Jokowi melakukan peninjauan fasilitas dan kapasitas produksi vaksin covid-19 di Bio Farma didampingi Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir menyampaikan penyuntikan kepada 1.620 relawan dilakukan bertahap dan ditargetkan tuntas pada Januari 2021. Ia bersyukur karena saat ini Indonesia memasuki tahapan penting dalam usaha mengatasi pandemi covid-19.

“Kita bangga dengan kemampuan Bio Farma yang bekerja sama dengan lembaga Sinovac asal China karena sudah memasuki uji klinis tahap tiga,” ungkap Erick.

Dalam hal ini, Bio Farma menyatakan BPOM sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19, mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap 1 dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di China. Kemudian dilakukan uji klinis tahap 3 terhadap ribuan relawan di Indonesia.

Erick mengatakan kerja sama Bio Farma dengan Sinovac terjadi karena memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan Sinovac dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine. Selain itu, pengalaman Sinovac dalam pengembangan vaksin di tengah pandemi dan memenuhi Pre-qualifikasi WHO, seperti pembuatan vaksin SARS memperkuat keyakinan Bio Farma bersinergi untuk menghasilkan vaksin yang dibutuhkan seluruh dunia tersebut.

INDONESIA KEMBANGKAN TIGA VAKSIN

Melalui tiga lembaga yaitu PT Bio Farma, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan institusi riset biologi molekuler kenamaan RI LBM Eijkman, Indonesia sedang mengembangkan tiga jenis kandidat vaksin yang menggunakan teknologi berbeda-beda.

Bio Farma yang menggandeng perusahaan asal China farmasi Sinovac memimpin pengembangan vaksin untuk covid-19 di dalam negeri. Saat ini duet Bio Farma-Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap terakhir untuk kandidat vaksin yang dikembangkan.

Uji klinis tersebut rencananya akan berlangsung dalam enam bulan ke depan. Kandidat vaksin yang digunakan merupakan tipe vaksin yang menggunakan teknologi yang bisa dibilang konvensional yaitu dengan menonaktifkan virus (inactivated).

Virus yang dilemahkan ini tidak akan mampu menimbulkan penyakit. Hanya saja pemberian virus yang telah inaktif tersebut masih mampu memicu respon kekebalan tubuh sehingga ketika seseorang yang disuntikkan vaksin terpapar patogen yang sama, imunitasnya bisa langsung merespons sehingga terhindar dari penyakit.

Selain Bio Farma, pihak swasta yang diwakili oleh raksasa farmasi Tanah Air yakni Kalbe Farma juga tergabung dalam konsorsium vaksin yang bernama Genexine. Kandidat vaksin yang dikembangkan diberi nama GX-19.

Berbeda dengan kandidat vaksin Bio Farma-Sinovac, kandidat yang dikembangkan konsorsium Genexine adalah vaksin DNA yang diharapkan mampu membuat vaksin lebih stabil dan spesifik sehingga tidak ada kontaminan lain yang menyebabkan penyakit.

Saat ini kandidat GX-19 sedang berada pada fase uji klinis tahap I yang dilakukan di Korea Selatan hingga akhir Agustus. Rencananya uji klinis tahap II akan dilakukan di Indonesia pada September-Oktober nanti.

Beralih ke pengembangan vaksin lainnya yang dipimpin LBM Eijkman, teknologi yang dikembangkan oleh institusi riset dan konsorsium vaksin nasional ini berbeda dengan dua jenis kandidat vaksin lainnya. Jika Bio Farma menggunakan virus yang diinaktivasi sedangkan Kalbe Farma menggunakan teknologi DNA, maka kandidat Eijkman dan konsorsium nasional menggunakan pendekatan protein rekombinan.

Sederhananya, Bio Farma menggunakan virus secara utuh, Kalbe Farma menggunakan materi genetik dari virus yang mengkode antigen, sedangkan Eijkman menggunakan bagian atau komponen dari virus yang berupa protein.

Kandidat vaksin yang dikembangkan Eijkman diberi nama vaksin merah putih. Progress pengembangan vaksin yang murni berasal dari Tanah Air ini sedang dalam fase memproduksi protein tersebut di dalam kultur sel mamalia setelah berhasil mengisolasi materi genetik antigen dari virus.

Konsorsium Eijkman menggunakan protein yang berasal dari virus SARS-CoV-2 yang bernama Spike dan Nucleocapsid. Kedua jenis protein ini adalah komponen dari virus corona yang bersifat sebagai antigen dan dapat memicu terbentuknya antibodi dalam tubuh manusia.

Meskipun berbeda platform/teknologi yang digunakan dalam pengembangan vaksin oleh ketiga lembaga ini, tujuannya tetap sama yaitu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang kebal covid-19. (cnn/trb)