18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Aplikasi ‘iSumbar Mambaco’ Sudah Miliki Koleksi 586 Eksemplar Buku

PADANG, KP – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Barat menyebutkan sampai saat ini terdapat 586 eksemplar dan 286 judul buku di dalam aplikasi ‘iSumbar mambaco’ yang bisa diakses oleh masyarakat.

“iSumbar Mambaco merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk mengakses beragam buku dalam format digital. Masyarakat bisa mengakses buku berbasis elektronik,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumbar Wardarusmen, di Padang, Rabu (12/8).

Perpustakaan Daerah Sumbar memberikan pelayanan melalui aplikasi pustaka digital “iSumbar Mambaco” untuk mempermudah masyarakat membaca buku atau mencari informasi selama pandemi corona virus disease (covid-19) tanpa harus keluar rumah.

Ia mengatakan ide pembuatan aplikasi tersebut berawal sejak kondisi pandemi covid-19 yang menyebabkan perpustakaan daerah Sumbar sempat ditutup pada Maret 2020 untuk mengantisipasi penularan virus tersebut.

Ia menyebutbiasanya sebelum pandemi covid-19 jumlah kunjungan ke pustaka daerah cukup ramai mencapai 300 orang per hari dalam hitungan per tahunnya.Namun sejak kasus pandemi jumlah pengujung ke perpustakaan mulai dikurangi. Sementara masyarakat tetap membutuhkan bahan bacaan, terutama anak-anak sekolah.

“Sehingga muncul ide untuk membuat aplikasi iSumbar mambaco. Dengan demikian masyarakat tetap produktif membaca dari rumah cukup melalui aplikasi saja,” ujarnya.

Menurutnya sampai saat ini terdapat 586 eksemplar dan 286 judul buku di dalam aplikasi tersebut yang bisa diakses oleh masyarakat. Kemudian ke depannya jumlah buku tersebut akan terus ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan penggunaan aplikasi tersebut juga sangat mudah. Masyarakat cukup mendownload aplikasi iSumbar Mambaco di gadget masing-masingkemudian mendaftar menggunakan akun Facebook atau email, melengkapi informasi yang dibutuhkan, dan aplikasi tersebut sudah bisa digunakan.

“Dengan demikian masyarakat juga sudah bisa membaca buku yang diinginkan dari rumah masing-masing, tanpa harus ke perpustakaan daerah,” kata dia.

Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa membantu para siswa yang kesulitan untuk mencari buku sesuai kebutuhan belajar akibat kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, kata dia menambahkan.

Di sisi lain, pada masa adaptasi kebiasaan baru, perpustakaan daerah kembali dibuka dengan tetap mematuhi protokol covid-19 yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk perpustakaan. Namun jumlah pengunjung dibatasi maksimal hanya 50 orang per hariuntuk mengantisipasi kerumunan.

Ia juga mengungkapkan sampai saat ini jumlah koleksi buku di perpustakaan daerah Sumbar sekitar 250 ribu eksemplar dengan beragam jenis buku mulai dari buku ekonomi, pendidikan, kebudayaan, bahan perkuliahan mahasiswa, dan buku-buku lainnya. Sayangnya, pada tahun ini Perpustakaan daerah Sumbar mengalami kesulitan dalam penambahan koleksi buku karena keterbatasan anggaran dari APBD. Bahkan, pada 2019 lalu untuk penambahan koleksi buku hanya dianggarkan sekitar Rp60 juta dan hanya mendapatkan 350 eksemplar buku.

“Pada 2020 ini sebenarnya anggarannya sudah naik menjadi Rp240 juta. Namun anggarannya dialihkan untuk penanganan covid-19 di Sumbar,” kata dia.

Sehingga perpustakaan daerah berinovasi dengan mengadakan program kotak wakaf buku di beberapa tempat berupa di perpustakaan daerah sendiri, di beberapa sekolah, dan tempat lainnya untuk penambahan jumlah koleksi buku

“Kotak wakaf buku ini merupakan kotak yang disediakan di beberapa tempat bagi masyarakat yang bersedia menyumbangkan bukunya untuk penambahan koleksi buku di Perpustakaan daerah,” kata dia.Program tersebutbaru dimulai sejak Maret 2020 dan sampai saat ini sumbangan buku sudah terkumpul sebanyak 200 judul.

Sekadar informasi, jumlah anggota pustaka daerah provinsi Sumbar saat ini sekitar 12.182 orang. (ant)