21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bangun RS Pratama Solsel, Pemkab Solsel Gandeng Kejari

PADANG ARO, KP – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Solok Selatan (Solsel) dimulai pengerjaannya, hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Plt Bupati Solsel yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Fidel Efendi di Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Rabu (12/8).

Fidel Efendi menyebutkan, untuk mendapatkan dana pembangunan RS Pratama ini sudah dimulai sejak tahun 2018. Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik dana tersebut didapatkan, dan baru bisa direalisasikan saat ini karena memang membutuhkan waktu yang panjang untuk sampai memulai pengerjaannya.

Ia menambahkan, dengan begitu beratnya perjuangan untuk mendapatkan anggaran RS Pratama ini, pemerintah daerah berharap pengerjaannya sesuai dengan yang telah direncanakan.

Untuk mendukung itu katanya, pemerintah daerah menggandeng pihak Kejaksaan Negeri Solsel untuk ikut memantau proses pengerjaan rumah sakit ini.

“Kita akan menggandeng pihak kejaksaan, agar setiap pelaksanaan sesuai dengan perencanaan,” ungkapnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman menyebutkan, pengerjaan RS Pratama menyisakan waktu 14 minggu lagi dengan realisasi pengerjaan baru sedikit, untuk itu perlu dilakukan percepatan-percepatan oleh kontraktor agar target waktu selesai pengerjaan pada 18 desember mendatang dapat tercapai.

Ia mengatakan, sumber dana pembangunan RS Pratama Solsel adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan, hal ini berarti tidak akan ada anggaran lain, jika RS ini tidak selesai maka tidak akan ada lagi dana tambahannya.

“Kalau RS ini tidak siap, maka bangunan yang ada akan menjadi monumen saja nanti, tidak bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Untuk itu lanjutnya, diperlukan komitmen kontraktor untuk menyelesaikan dan dukungan dari masyarakat agar RS Pratama Solsel bisa selesai tepat waktu dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Solsel.

Ia menambahkan, Pembangunan RS Pratama Solsel menelan biaya Rp25,013 miliar, akan berdiri di lahan seluas 6 Ha, dimana 1 Ha untuk kompensasi masyarakat dan 5 Ha untuk bangunan gedung RS.

Kontraktor diminta agar aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, terutama jika ada permasalahan-permasalah yang terjadi di lapangan, agar tidak menghambat pengerjaan RS.

Di tempat yang sama Wali Nagari Lubuk Malako, Rio Nofendri mengatakan pemerintah nagari selalu siap untuk mendukung terlaksananya pembangunan RS Pratama di nagarinya.

Ia menyebutkan, permasalahan pohon kelapa sawit yang berada di lokasi rumah sakit, yang berpotensi menghambat pengerjaan, sudah diselesaikan dan tidak ada permasalahan lagi.

Sementara itu Manager PT Rimbo Arapah, Agus selaku kontraktor pelaksana memaparkan, pengerjaan pondasi RA Pratama Solsel sudah dimulai, hingga saat ini yaitu pengerjaan pabrikasi besi dan pondasi sumuran.

Pihaknya menargetkan hingga akhir bulan agustus ini struktur untuk gedung ini bisa tercapai minimal untuk lantai pertama sehingga pada bulan berikutnya bisa dikerjakan untuk lantai dua nya.Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin, untuk mendukung itu katanya, ia telah mendatangkan pekerja dari pulau jawa sebanyak 32 orang. “Sesuai dengan kondisi lapangan, pekerja akan ditambah lagi untuk percepatan pekerjaan,” tambahnya.

“Jika diperlukan kita akan bekerja sampai batas deadline jam 10 malam, sesaui dengan waktu berjalan jika diperlukan lagi kita akan membuat dua sift pengerjaan untuk mencapai target yang dibuat.” Ungkapnya.

Hadir saat acara ini Kajari Solsel yang diwakili oleh Kasi Datun, Roni, Kepala OPD, Wali Nagari, Ketua Bamus, Ninik Mamak Nagari Lubuk Malako, Tokoh Masyarakat danundangan lainnya. (bus)