Ketua DPRD Sumbar Supardi Dorong Pemanfaatan Fasum Batang Agam

PAYAKUMBUH, KP- Ketua DPRD Sumbar Supardimendorong pemanfaatan fasilitas umum (fasum) di kawasan Batang Agam, Kota Payakumbuh, menjadi pusat kuliner dan kesenian tradisional. Baru-baru ini, Supardi melakukan kunjungan ke kawasan tersebut dan dia melihat fasum Batang Agam memiliki potensi untuk sektor pariwisata.

Saat diwawancarai KORAN PADANG, Rabu (12/8), Supardi mengatakantahun ini ada anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp10 milliar untuk pengembangan Batang Agam. Pembangunan memanfaatkan anggaran tersebut sudah mulai digarap beberapa waktu lalu. Beberapa pembangunan yang dikerjakan dari anggaran tersebut seperti pengaspalan jalan, membuat tempat parkir, dan penataan tebing sungai yang rawan longsor.

“Masih ada beberapa sarana yang telah direncanakan untuk dibangun di kawasan Batang Agam, yakni tempat olahraga, trek lari, dan beberapa sarana untuk wisata,” katanya.

Supardi menjelaskan pada prinsipnya Pemko Payakumbuh diminta memanfaatkan pekerjaan pembangunan yang dilakukan Balai Wilayah Sungai di Batang Agam. Dari pekerjaan itu ada fasum yang bisa dimanfaatkan oleh pihak pemko. Lokasinya cukup luas dan pemandangannya juga mendukung.

“Inilah yang kita dorong agar pemko untuk memanfaatkan agar fasum tersebut tak disalahgunakan oleh pihak lain. Salah satu yang direncanakan adalah memanfaatkan fasum tersebut untuk dijadikan sentra kuliner dan kesenian tradisional. Sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Setelah melihat langsung lokasi fasum tersebut, Supardi meyakini kalau sentra kuliner dan kesenian tradisional bisa maju. Pasalnya, Payakumbuh telah dikenal sebagai kawasan perlintasan yang memiliki ciri khas dengan kulinernya. Warga dari Riau yang ke Sumbar menjadikan Payakumbuh sebagai tempat untuk mencari makanan. Hal ini dapat dibuktikan dengan ramainya tempat makan yang ada di pusat Kota Payakumbuh saat ini.

“Sekarang memang sudah ada kawasan kuliner. Namun berada dipinggir jalan. Sehingga pada hari-hari tertentu kawasan itu menjadi macet. Ini membuktikan kalau Payakumbuh memiliki potensi dalam pengembangan kawasan kuliner,” katanya.

Supardi menekankan agar pusat kuliner yang akan dibuat di fasum Batang Agam ditata dan difokuskan pada kuliner tradisional. Pemilihan kuliner tradisional akan menjadi daya tarik bagi pengunjung sehingga menjadi ciri khas. Terlebih, kuliner tradisional mulai sulit didapat. Begitu juga dengan menampilkan kesenian tradisional.

“Kuliner dan hiburan tradisional akan membuat kawasan ini semakin cepat berkembang,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu berharap dalam waktu dekat konsep tersebut bisa berjalan. Sebagai wakil rakyatdia siap memperjuangkan anggaran untuk membantu rencana tersebut. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perkembangan Baru Pandemi

Rab Agu 12 , 2020
PERKEMBANGAN pandemi covid-19 di Sumbar mencatatkan sebuah informasi yang mungkin cukup berharga. Informasi itu disampaikan Wakil Ketua Crisis Centre Covid-19 RSAM Bukittinggi dr. Deddi Herman, seperti diberitakan media massa terbitan Sumbar, Rabu (12/8). Disebutkannya, warga Sumbar yang meninggal murni karena virus corona tanpa penyakit bawaan/penyerta (komorbid) hanya satu orang. Pasien […]