19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Komisi II DPRD Bukittinggi Tinjau Kesiapan Sekolah Hadapi Belajar Tatap Muka

BUKITTINGGI, KP – Komisi II DPRD Kota Bukittinggi yang dipimpin Nofrizal Usra, meninjau kesiapan Sekolah Dasar dan SMP menghadapi belajar secara tatap muka. Adapun sekolah yang dikunjungi, yakni SD 02 Percontohan Bukittinggi dan SMPN 2, Selasa (11/8) sore. 

Ketua Komisi II DPRD Bukittinggi, Nofrizal Usra didampingi anggota Komisi II M. Angga Alfarici dan Syaiful Efendi mengatakan, tujuan DPRD untuk melihat bagaimana kesiapan belajar tatap muka di SD 02 Percontohan. DPRD juga menyambut baik revisi SK 4 Menteri.

“DPRD berharap Bukittinggi jangan menjadi zona orange atau zona merah. Kita melihat belajar di rumah sangat rumit. Kita meminta dinas terkait dan sekolah menyiapkan untuk belajar tatap muka. DPRD berharap tanggal 18 Agustus semoga siswa di Bukittinggi bisa belajar tatap muka. Untuk teknis diserahkan ke sekolah,” ujar Nofrizal diamini Angga dan Syaiful kepada wartawan, Selasa sore.

Syaiful Efendi menambahkan, sekolah sudah siap belajar tatap muka dan tinggal pelaksanaan. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Melfi Abra mengungkapkan, syarat belajar tatap muka sudah berada di zona hijau. Pemko Bukittinggi merencanakan belajar tatap muka pada 18 Agustus. “Kita tunggu SK walikota  dan rekomendasi gugus tugas penanggulangan Covid-19, kemudian persetujuan orang tua,” kata Melfi.

Sementara Kepala SD 02 Percontohan, Dra. Sri Ramayenti menjelaskan, SD 02 Percontohan sudah menyiapkan masker, face shield, hand sanitizer, sabun wastafel di setiap lokal serta tisu dari rumah. “Anak tidak boleh meminjam kepada temannya. Sebelum masuk, cek suhu wajah. Kita juga sediakan thermogun satu per lokal. Satu masker untuk kelas 1, 2 dan 3 dan dua masker untuk kelas 4, 5 dan 6. Biayanya dihandle BOS sekolah,” terangnya.

Sri menjelaskan, ada edaran walikota yang menyebutkan bahwa belajar tatap muka dimulai pada 18 Agustus. Sebelum dimulai belajar tatap muka, pihak sekolah minta PMI menyemprot ruangan. Guru tidak boleh keluar ruangan sebelum semua anak keluar dan anak harus diawasi guru. Anak juga membawa bekal dari rumah.

“Dalam belajar nanti, satu anak satu meja dan tidak boleh bergabung. Orang tua siswa dari seluruh kelas tidak boleh masuk kelas dan tunggu di gerbang termasuk menjemput pulang sampai pagar. Anak-anak mencuci tangan untuk pulang. Artinya, masuk dan pulang, anak-anak harus cuci tangan,” ungkapnya didampingi sejumlah pengurus komite.

Lebih lanjut dijelaskannya, orang tua yang akan menjemput anak pulang sekolah juga wajib cuci tangan. Anak-anak yang diantar jemput Go-jek, juga harus diwaspadai. Orang tua harus selektif memilih Go-jek. “Usai belajar, guru telpon orang tua segera menjemput. Orang tua benar-benar mematuhi standar Covid-19. Kantin sekolah juga tidak dibuka dan tidak boleh menitip ke satpam,” pungkas Sri.

Sedangkan di SMPN 2, rombongan Komisi II disambut Kepala Sekolah, Masrinal beserta jajaran guru. Masrinal menyatakan, SMPN 2 siap untuk melaksanakan belajar tatap muka secara protokol kesehatan Covid-19. “Sarana dan prasarana yang dibutuhkan sudah dilengkapi,” terangnya. (eds)