21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Bukittinggi Tunda Sekolah Tatap Muka

BUKITTINGGI, KP – Kota Bukittinggi kembali lepas dari status zona hijau covid-19. Sebab dalam dua minggu terakhir ditemukan15 orang warga Bukitinggiyang dinyatakan positif covid-19, diantaranya enam orang dokter,satu orang guru, dan ustaz beserta istrinya.

Atas dasar itu, Pemko Bukittinggi akanmempertimbangkan kembali beberapa kebijakan dimasa adaptasi kebiasaan baru. Salah satunya adalah penundaan proses pembelajaran tatap muka disekolah yang rencananya dimulai Selasa pekan depan (18/7) hingga batas waktu yang belum ditetapkan.

“Dari informasi yang kita terima sejak beberapa hari terakhir, sudah ada 15 warga kita yang terpapar positif covid-19. Untuk info terakhirada enam orang dokter,satu orang guru, dan ustaz beserta istrinya yang dinyatakan positif covid-19,” kata Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bukittinggi kepada wartawan, Kamis (13/8).

Dengan penambahan kasus positif covid-19 itu, Pemko Bukittinggi sedang melakukan tracing untuk mengetahui orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien yang positif tersebut. Termasuk melakukan tracing keseluruhpuskesmas dan rumah sakitsertapasien-pasienyang berobat.

“Kejadian ini juga berdampak terhadap pelayanan kesehatan. Saat ini pelayanan dua rumah sakit yang ada di Bukittinggi terganggudan beberapa ruangannya ditutupakibat adadokter yang positif covid-19, ” ujar Wako Ramlan Nurmatias.

Ia menambahkan sekolah tatap muka juga akan ditunda dulu untuk sementara waktu. “Berbahaya kalau diteruskan. Apalagi ada satu guru yang positif. Saat ini tracing eksta sedang kita lakukan,” ungkap wako.

Kondisi perkembangan terakhir covid-19 di kota Bukittinggi itu juga disampaikan Wako Ramlan secara resmi dalam rapat paripurna DPRD Bukittinggi, Kamis (13/8). Untuk langkah-langkah yang akan diambil ke depan, Walikota akan mengadakan rapat koordinasi bersama DPRD dan unsur forkopimda serta SOPD terkait pada Jumat hari ini (14/8).

Ia juga mengimbau kepada warga kota untuk proaktif melaporkan jika ada warga yang baru datang dari luar daerah sehingga bisa dilakukanswabuntuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Disamping itu juga diminta kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Yandra Feri dan drg. Selvi dari DKK secara terpisah saat dihubungi KORAN PADANG menyebut sejak Senin (10/8) sampai Kamis (13/8) telah dilakukan swab kepada 980 orang dari kalangan pengajar. Hasil swab yang telah keluar sebanyak 455 dan ditemukan satu orang positif yaitu guru salah satu sekolah kejuruan negeri.

“Sekarang kita masih menunggu hasil swab berikutnya,” ungkap Yandra Feri.  (eds)