18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

SEJUMLAH PEGAWAI POSITIF CORONA RS Bhayangkara Padang Ditutup Sementara RSUD Batusangkar Tutup Layanan IGD

PADANG, KP – Sedikitnya sembilan pegawai Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona (covid-19). Akibatnya, layanan umum di rumah sakit angkatan kepolisian ituterpaksa harus ditutup untuk sementara waktu.

Hingga batas waktu yang belum ditentukan, operasional rumah sakit hanya akan melayani pasien emergency dari personel maupun keluarga personel Polri.

“Ada beberapa personel kami yang positif. Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, layanan umum tidak lagi dibuka. Hanya melayani pasien emergency dari personel dan keluarga personel dari Polri,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang Kompol dr. Andrean Lesmana, dilansir viva.co.id, Kamis (13/8).

Menurutnya, dari sembilan pegawai yang terkonfirmasi tersebut, tiga di antaranya merupakan perawat. Selebihnyaadalah pegawai non-medis.

Penutupan layanan untuk umum tersebut, sudah berlaku sejak dua hari terakhir. Kini, selain swab test, proses tracing terhadap keluarga atau siapa saja yang disinyalir pernah melakukan kontak dengan pasien terus dilakukan.

“Kami lakukan swab test kepada seluruh personel yang berada di rumah sakit ini. Termasuk saya sendiri dan juga dokter mitra kami yang bertugas di rumah sakit. Kami jugalakukan tracing dengan keluarga dan masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien,” katanya.

RSUD BATUSANGKAR TUTUP LAYANAN IGD SEMENTARA

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Ali Hanafiah Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar, juga menutup sementara pelayanan,khusus untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasalnya, sejumlah tenaga kesehatan menjalani tes swab corona.

Pelaksana tugas (Plt) Kasubag Umum RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar, Beni Aqbar mengatakanIGD ditutup karena beberapa hari terakhir menjadi lalulintas pasien kasus covid-19.

“Terpaksa kita tutup dulu. Memang belum ada pegawai kami yang positif covid-19. Tapi arus lalu lintas covid cukup banyak belakangan ini,” katanya, Kamis (13/8).

Dia mengatakan, ada 24 orang petugas IGD RS Ali Hanafiah yang sudah mengikuti tes swab dan menunggu hasil dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Petugas IGD ini terlibat kontak dengan sejumlah kasus covid-19 asal Tanah Datar.Menurutnya, beberapa pasien yang tidak jujur mengakui status sebagai suspek. Tim IGD RS Batusangkar kebobolan karena ternyata suspek tersebut sudah dinyatakan positif covid-19.

“Ada yang tidak terus terang kalau sudah tes swab. Baru tahu ketika ia sudah positif,” ujarnya.

KASUS POSITIF COVID-19 DI SUMBAR BERTAMBAH 42 ORANG

Sementara itu, berdasarkan laporan sementara hasil pemeriksaan sampel spesimen covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Sumbar, hingga Kamis (13/8), dari total 2.379 sampel terperiksa, ditemukan 42 sampel terkonfirmasi positif covid-19.

Rinciannya, Kabupaten Tanahdatar 13 orang, Kabupaten Agam 3 orang, Kota Solok 6 orang, Kota Payakumbuh 1 orang, Kota Padang 7 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 8 orang, danKota Bukittinggi 4 orang. (vci)