Wakili Sumbar, Pustaka Nagari Sasak Masuk Nominasi Nasional

SIMPANGEMPAT, KP – Perpustakaan Nagari Sasak di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) masuk nominasi enam besar pada lomba klaster B tingkat nasional dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan tingkat nasional 2020. Pembagian klaster itu diukur dari jumlah penduduk dan luas wilayah provinsi. Dalam hal ini, Pustaka Nagari Sasak mewakili Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) setelah sebelumnya, pada tahun 2019 perpustakaan itu juga menjadi juara I pada ajang yang sama.

Berdasarkan hasil pantauan Koran Padang di Perpustakaan Nagari Sasak, ada beberapa keunikan yang dimiliki, di antaranya adalah adanya program Bakadai (Baco Buku di Kadai). Di mana program itu adalah perpustakaan yang hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa pembaca harus ke pustaka. “Jadi program bakadai ini kita antarkan langsung buku-buku itu ke masyarakat. Istilahnya jemput bola. Kita pancing minat baca masyarakat dengan hadir di tengah-tengah mereka,” kata Dedet Darmansyah selaku Kepala Perpustakaan Nagari Sasak kepada Koran Padang, Kamis (13/8) di Sasak.

Kemudian lanjutnya, ada lagi program Cenang Nagari yang dilakukan dengan penyampaian informasi publik menggunakan sarana sepeda motor yang telah didesain sedemikian rupa, sehingga menarik untuk dilihat. “Cenang Nagari ini merupakan Motor Informasi Publik. Jadi kita desain satu unit motor khusus untuk memberikan informasi seputar kegiatan perpustakaan yang dilengkapi dengan pengeras suara,” ujarnya.

Dedet menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada hal seputar buku atau mengajak dan menumbuhkan minat baca masyarakat. Akan tetapi dirinya juga memberikan pelatihan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakatnya dengan membekali mereka dengan suatu keahlian tertentu. “Kita adakan pelatihan di gedung perpustakaan itu seperti pelatihan Sablon Baju, Pembuatan Bakso Ikan, Manajemen Produk dan Pemasaran. Tujuannya agar masyarakat memiliki keahlian yang bisa menunjang perekonomian keluarganya,” lanjutnya.

Disamping itu jelasnya, program rutin Pustaka Nagari seperti biasa adalah pelayanan sehari-hari bagi masyarakat yang ingin berkunjung dan membaca ribuan judul buku di Pustaka Nagari tersebut. “Pustaka Nagari Sasak ini Alhamdulillah sudah dilengkapi dengan lima ribuan judul buku, fasilitas internet, petugas dan sarana prasarana penunjang lainnya. Sehingga pembaca akan merasa nyaman apabila berada di Pustaka ini,” paparnya.

Ia mengakui, hal itu tidak terlepas dari dukungan pihak pemerintah nagari. Di mana Pemerintahan setempat sangat mendukung dan peduli terhadap kemajuan pustaka itu dengan memberikan anggaran dana desa kisaran Rp 80 juta hingga Rp 150 juta setiap tahunnya. “Anggaran itulah yang kami gunakan untuk pengembangan dan pengelolaan pustaka ini. Kami tentu sangat berterima kasih kepada Pemerintah Nagari Sasak, karena ini merupakan keberhasilan kita bersama,” terangnya.

Dengan anggaran tersebut, Dedet menjelaskan, pihaknya juga menyelenggarakan kegiatan literasi lainnya seperti lomba menggambar, belajar menulis, belajar bahasa inggris, berdongeng, puisi dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk membekali para anak-anak dan generasi muda setempat sehingga mempunyai keahlian yang mungkin akan berguna nanti untuk masa depan mereka. “Sampai saat ini manfaat dari Perpustakaan Nagari Sasak adalah pustaka untuk pariwisata. Insya Allah akan berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya,” harap Dedet yang merupakan lulusan Sarjana Ekonomi itu.

Ia mengisahkan, awal mulanya pustaka nagari tersebut dulunya pada tahun 2013 hanyalah sebuah pojok baca yang sempat terhenti aktifitasnya pada tahun 2015. Namun kembali aktif dan berubah menjadi Pustaka Nagari Sasak pada tahun 2018 lalu. “Saat ini sudah lebih kurang tiga tahun Pustaka Nagari Sasak ini aktif kembali yang dikelola oleh kami selaku Kepala Pustaka dan dua orang staf bagian administrasi dan teknis,” imbuhnya.

Saat ini lanjutnya, kegiatan di Pustaka Nagari Sasak tidak banyak berjalan diakibatkan pandemi Covid-19 yang masih belum seutuhnya pulih. Ditambah dengan kembali munculnya klaster baru pasien positif Covid-19 yang saat ini yang udah dinyatakan 4 orang positif. “Saat ini dimanfaatkan oleh anak sekolah dan kuliah untuk belajar online dengan memanfaatkan wifi dan komputer yang ada di sini. Serta menjadi sekretariat KKN adik-adik mahasiswa dari UNP, Unand, Yaptip dan UIN Imam Bonjol Padang,” sebutnya.

Ia berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir supaya kegiatan rutin mereka kembali berjalan seperti biasanya. “Untuk visitasi lapangan dari Perpustakaan Nasional saat ini terpaksa ditunda akibat pandemi ini. Padahal itu salah satu syarat dalam lomba pustaka ini,” pungkasnya.

Kemudian Dedet juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Pasbar pada umumnya untuk bersama-sama meningkatkan minat baca dan kegiatan literasi lainnya sebagai bekal di masa akan datang. “Karena dengan membaca akan mendapatkan informasi. Siapa yang menguasai informasi maka akan menguasai dunia,” tandasnya mengakhiri. (rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 6

Kam Agu 13 , 2020
SOLOK, KP – Kasus Positif Covid-19 di Kota Solok bertambah 6 kasus. Penambahan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang terhadap 139 sampel swab tes yang dikirim pada Senin (10/8), terkait kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Dengan adanya tambahan 6 kasus positif itu, kembali menambah […]