Klaim Kecelakaan Tunggal Ditanggung BPJS Kesehatan

admin

PADANG, KP – Klaim pelayanan kesehatan karena kecelakaan lalulintas tunggal dapat diajukan kepada BPJS Kesehatan. Tetapi ada syaratnya. Yaitu kecelakaan lalulintas tunggal itu tidak masuk kategori kecelakaan kerja dan korban tercatat sebagai peserta JKN-KIS aktif.

“Sedangkan untuk korban kecelakaan lalulintas ganda dan tidak termasuk kecelakaan kerja, maka biaya pengobatannya ditanggung PTJasa Raharja (Persero),” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang PadangRizka Adhiati, kemarin.

Menurutnya, tidak melulu kecelakaan lalulintas (laka lantas) tunggal ditanggung BPJS Kesehatankarena ada beberapa jenis lakalantas tunggal yang penjaminnya adalah PTJasa Raharja (Persero), seperti korban lakalantas moda angkutan umum resmi dan telah membayar retribusi.

Dijelaskannya, lakalantas tunggal merupakan kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan bermotor akibat kelalaian pengemudi dan tidak melibatkan pengguna jalan lain, seperti menabrak pohon, jatuh sendiri karena mengantuk, atau terguling karena pecah ban.

Sedangkan lakalantas ganda adalah kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih. Bisa juga melibatkan satu kendaraan dengan pengguna jalan lain seperti pejalan kaki yang terjadipada waktu yang sama.

“Jika lakalantas tunggal maupun ganda yang termasuk klasifikasi kecelakaan kerja, maka yang menjamin pengobatannya adalah PTAsabri untuk TNI/Polri, PTTaspen (Persero) untuk ASN, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan selain TNI/Polri dan ASN,” terangnya.

Mengingat polisi lalulintas yang berwenang menentukan kategori suatu lakalantas, maka untuk membuktikan lakalantas itu masuk kategori tunggal atau ganda, BPJS Kesehatan atau PTJasa Raharja membutuhkan dokumen Laporan Polisi (LP).

“Laporan Polisi akan memperlihatkan suatu lakalantas masuk kategori tunggal atau ganda, selanjutnya kita bisa tentukan BPJS Kesehatan atau Jasa Raharja sebagai penjaminnya,” sambung Rizka.

Berdasarkan PMK Nomor 141/PMK.02/2018, Jasa Raharja merupakan penjamin pertama bagi lakalantas ganda sesuai ketentuan nilai santunan sesuai regulasi. BPJS Kesehatan merupakan penjamin kedua dari batas maksimal plafon sampai total biaya pengobatan korban.

Ketentuan jaminan oleh Jasa Raharja adalah sampai Rp20 juta. Jika korban lakalantas ganda membutuhkan biaya perawatan di atas itu dan korban tersebut adalah peserta JKN-KIS, maka BPJS Kesehatan yang akan menanggungnya.

“Jika biaya perawatan korban sudah di atas Rp20 juta tapi korban bukan peserta JKN-KIS aktif, otomatis BPJS Kesehatan tidak bisa menanggung sisanya. Kuncinya adalah pada kepersertaan JKN-KIS yang aktif,” jelas Rizka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BANYAK WARGA TAK KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH Wako Mahyeldi Kecewa dengan Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

PADANG, KP – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah sangat kecewa kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak aparatur kecamatan dan kelurahan untuk memasang Bendera Merah Putih dari tanggal 1 hingga 31 Agustus 2020. Padahal, walikota telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 200/448/Kesbangpol/2020 tentang Partisipasi Menyemarakkan Peringatan HUT RI ke-75. Dalam surat edaran tersebut […]