HARI INI, KOTA PADANG GENAP BERUSIA 351 TAHUN Momentum Meningkatkan Kolaborasi Semua Stakeholder untuk Pembenahan ke Depan

PADANG, KP – Kota Padang pada hari ini, Jumat (7/8), genap berusia ke- 351 tahun. Diusia yang lebih dua setengah abad, nyatanya masih banyak persoalan yang belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kota Padang.

Contohnya saja, yang juga selalu menjadi sorotan adalah banjir atau genangan air di jalan raya saat hujan turun. Kemudian masalah kemacetan yang sampai saat ini dirasa semakin parah terutama pada jam-jam sibuk.

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani menilaibeberapa masalah tersebut memang belum mampu diselesaikan. Kondisi ituharus menjadi bahan evaluasi Pemko Padang di bawah kepemimpinan Mahyeldi Ansyarullah dan Hedri Septa.

“Untuk masalah banjirsejauh ini memang belum bisa terlihat gagal atau suksesnya pemko dalam menyelesaikannya. Kamibelum lihat evaluasi dari pembangunan kolam retensi. Kalau ada penurunan berarti ‘on the track’, tinggal bagaimana memperbanyak kolam retensi,” ucapnya, Kamis (6/8).

Mengenai upaya penanganan kemacetan, dia memang melihat belum ada rencana yang disiapkan Pemko Padang. Ia menuturkan pemko juga harus lebih fokus dalam penataan dan pemeliharaan infrastruktur. Seperti perbaikan jalan, trotoar, taman, dan infrastruktur lain penunjang keindahan kota.

Dia menilai, hal itu begitu penting karena menjadi salah satu fasilitas penunjang kenyamanan para wisatawan yang datang ke Kota Padang. Dampaknya, tambah dia, tentu terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang.

“Tahun depan saya pikir Kota Padangsebagai kota metropolitan, tampilannya harus cantik terpelihara. Karena PAD itu dari sektor pariwisata dan jasa. Kalau Padangkumuh,tidak minat ke Padang,” ucapnya.

“Taman meskipun kecil tapi banyak yang datang ke Padanguntuk wisata murah. Itu juga bisa tingkatkan PAD. Pemko Padang harusmenyiapkan berbagai langkah demi menggenjot pembangunan dan pembenahan di Kota Padang, “ujarnya.

Ia berharapHUT kali ini agar menjadimomentum Kota Padang sebagai pembenahan ke depan. Berbagai kekurangan yang ada akan terus diperbaiki demi kenyamanan dan kualitas hidup warga Kota Padang.

“HUT ini jadi momentum untuk meningkatkan semangat kolaborasi dengan semua stakeholder. Insya Allah ke depan akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Walau di usia yang terbilang tua, ujar Syafrial Kani, penampilan kota harus lebih muda. Penampilan yang dimaksud tersebutseperti renovasi infrastruktur wisata, majunya ekonomi kerakyatan hingga peningkatan perangkat transportasi penunjang kebutuhan masyarakat Kota Padang.

“Artinya, kota ini harus lebih banyak bermanfaat dan penampilannya harus baik. Dari hasil pembangunan pemimpin yang sebelumnya tentunya akan di sempurnakan semakin lama semakin baik,” pungkasnya.

Sementara, Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menyampaikan saat ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi seperti meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi sangat rendah akibat covid-19. Selain itu, dilaksanakan peningkatan pendapatan asli deaerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

“Begitu banyak tantangan pembangunan yang dihadapi seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, meingkatan PAD, peningkatan pelayanan kesehatan. Selain itu, diciptakan peningkatan lapangan pekerjaan baru untuk meminimalisis angka pertumbuhan pengangguran yang tentu mengurangi angka kemiskinan di Kota Padang. Menghidupkan UKM yang terdampak Covid-19 serta membangun kesiapan masyarakat untuk budaya baru,” ucapnya.

Mahyeldi menyampaikan juga akan dilaksanakan kebijakan umum untuk perubahan APBD tahun 2020 yang terdiri dari kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, dan kebijakan pembiayaan daerah.Selain itu, lanjutnya, terjadinya peningkatan persentase belanja tidak langsung yang disebabkan oleh pembiayaan penanganan covid-19 yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan untuk penangan kesehatan, sosial ekonomi, dan penyedian jaring pengaman sosial.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PAKAR EPIDEMIOLOGI UNAND: Sumbar Masuk Gelombang Kedua Covid-19

Kam Agu 6 , 2020
PADANG, KP – Pakar epidemologi Universitas Andalas (Unand) PadangDefriman Djafri meyebut pandemi virus corona (covid-19) di Sumbarsaat ini telah memasuki gelombang kedua. Sebab, angka positif terus bertambah dan penularan semakin tinggi. Defriman menilaigelombang pertama sudah reda usai Hari Raya Idul Fitrisekitar Bulan Juni lalu. Bahkan, penambahan kasus positif saat itu […]