KASUS DUGAAN UJARAN KEBENCIAN Bupati Indra Catri Siap Penuhi Pemeriksaan

PADANG, KP – Bupati Agam Indra Catri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi. Kepolisian Daerah (Polda) Sumbarmenjadwalkan pemeriksaan Indra Catri sebagai tersangka pekan depan.

Indra Catri mengaku siap memenuhi panggilan pihak kepolisian tersebut untuk pemeriksaan atas kasus yang disangkakan kepadanya. sebagai warga negara yang baik, ia patuh dan kooperatif terhadap hukum dan penegakan hukum.

“Iya saya hadir, kita harus patuh. Selaku warga negara yang baik, saya patuh,” katanya,dikutip dari langgam.id, Rabu (12/8).

Terkait penetapan tersangka dirinya adanya unsur politik, Indra Catri enggan menanggapi. Saat ini, ia fokus terhadap penetapan tersangka sesuai jalur hukum.

“Kalau politis itu persoalan partai. Sekarang saya masuk jalur hukum. Sikap saya dari dulu dalam menghadapi kasus ini sudah jelas,” tegasnya.

“Saya menghormati proses hukum yang dilaksanakan oleh penegak hukum. Sebelumnya saya telah memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut,” sambung Indra Catri.

Ia mengungkapkan, langkah selanjutnya ke depan diserahkan kepada penasehat hukumnya. Pembelaan diri tentunya baru bisa dilakukan pada saat persidangan.

“Saat ini, karena sedang dalam tahapan pemeriksaan dan pemberkasan dengan sendirinya upaya pembelaan diri belum bisa dikedepankan,” ujarnya.

Seperti diketahui, selain Indra Catri, Polda Sumbar juga menetapkan tersangka terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Agam, Martias Wanto. Penetapan tersangka itu sesuai surat nomor 32/VIII/2020 Ditreskrimsus dan sesuai surat penetapan nomor 33/VIII/2020 Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020.

Sebelumnya, tiga tersangka lainnya juga telah dilakukan penahanan badan untuk. Mereka berinisial ES (58 tahun) yang merupakan Kabag Umum Pemerintahan Agam. Kemudian RH (50 tahun) dan RP (33 tahun) selaku ajudan Indra Catri.

Para tersangka memiliki peran masing-masing dalam kasus ini. Termasuk Indra Catri dan Martias Wanto disebut ikut berperan, namun Polda Sumbar tak merinci peran yang bersangkutan.

Dalam kasus ini, salah satu alat bukti yang dimiliki Polda Sumbar berupa postingan foto Mulyadi barsama perempuan di akun Facebook yang ternyata palsu dengan nama akun Mar Yanto.Postingan itu mucul pada 23 April 2020 lalu. Selain memuat lima foto Mulyadi bareng perempuan, postingan itu juga berisi kalimat tentang pilihan rakyat Sumatra Barat.

TANGGAPAN NASRUL ABIT

Indra Catri merupakan bakal calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Nasrul Abit sebagai bakal calon gubernur pada Pilgub Sumbar 2020. Mereka diusung Partai Gerinda dan telah melakukan deklarasi. Rencananya, pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar dilakukan pada 4-6 September mendatang.

Calon Gubernur dari Partai Gerindra Nasrul Abit mengatakanpihaknya menyerahkan semua proses tindak lanjut kepada penegak hukum. Indra Catri menurutnya juga sudah menyampaikan sikap akan mengikuti semua proses hukum.

“Itu proses hukum biar saja ditindaklanjuti, kita berharap kalau ada nuansa politik janganlah seperti itu. Kita ini juga sama-sama membangun Sumbar,” katanya, Rabu (12/8).

Menurutnya, sudah sejak lama diadakan sejumlah pertemuan dan dialog mengenai pelaksanaan pilkada yang badunsanak. Seharusnya tidak ada intrik-intrik. “Kita ikuti saja prosedurnya, kita jual program, visi misi kita bagaimana Sumbar saat ini dan bagaimana Sumbar ke depan, dalam politik kita tentu ingin membangun,” katanya.

Saat ini Indra Catri menurutnya juga sudah punya tim hukum yang bakal menghadapi masalahnya. Pihaknya juga sudah melaporkan masalah ini keDPP Partai Gerindra di Jakarta. Ia juga menunggu instruksi lebih lanjut dari DPP Gerindra.

“Kita serahkan sama DPP, silahkan saja DPP menyelesaikan, DPP tentu juga mengupayakan juga karena kami ini kan dicalonkan dari DPP Gerindra, disana sudah dibahas,”katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade mengatakan pihaknya sudah mengetahui penetapan status Indra Catri sebagai tersangka itu. “Kami sangat keberatankarena status tersebut bisa mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung,” katanya, Selasa (11/8).Gerindra, menurutnya juga sudah berkirim surat kepada Kapolri c/q Kabareskrim. (lgm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prediksi Leipzig vs Atletico Madrid di Perempat Final Liga Champions, Live SCTV

Rab Agu 12 , 2020
LISBON, KP – RB Leipzig akan menjalani laga perempat final pertama mereka di Liga Champions menghadapi raksasa ibukota Spanyol, Atletico Madrid, di Stadion José Alvalade, Lisbon, Portugal, Jumat (14/8) dinihari WIB nanti. Sayangnya, Julian Nagelsman akan memimpin timnya menghadapi pasukan Diego Simeone tanpa Timo Werneryang telah memutuskan untuk tidak bermain […]