PT. KAI Lakukan Observasi Lokasi Rencana Pembangunan Museum di Pantai Pauh

PARIAMAN, KP – Rombongan PT. KAI Bandung dan Ka Divre II Sumbar tinjau lokasi rencana pembangunan museum kereta api di Desa Pauh Barat Dusun Pasir Utara Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (13/8). “Saya mendampingi tim PT. KAI dari Bandung dalam rangka observasi lokasi rencana pembangunan museum kereta api yang diusulkan Pemerintah Kota Pariaman,” ujar Ka. Divisi Regional II Sumbar PT. KAI Ihsan Kesuma, mengawali pembicaraan dengan awak media.

Ia mengatakan, edukasi tentang perkeretaapian melalui museum merupakan usulan yang baik. “Makanya direksi PT KAI membentuk tim untuk mengevaluasi kemungkinan pembangunan museum kereta api tersebut. Jika hasil observasi lokasinya baik, bisa jadi tim pembangunan museum akan segera meluncur. 

Lebih lanjut Ihsan menyebutkan, dari hasil penglihatan di lokasi dan berdasarkan masukan juga dari tim Pemko Pariaman, kemungkinan museumnya akan dibangun. ” Karena sifatnya mengedukasi, maka bisa dikatakan aset PT. KAI untuk museum bersifat pinjam pakai. Karena ini juga merupakan barang milik pemerintah,” jelasnya.

Disebutkannya, di museum nantinya ada tempat foto, pemutaran video, termasuk peralatan tua yang dulunya pernah digunakan kereta api, seperti gerbong dan lokomotifnya. “Kita akan membentuk pola museum dengan pola desain dan warnanya sama. Karena jika kondisinya seperti yang sekarang tidak cocok dan bagaimana bagusnyalah menurut Pemko Pariaman,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadishub Kota Pariaman Yandri Leza mengatakan, di museum Heritage kereta api, tentunya akan menampilkan kereta api yang lama sekali, yang awalnya pernah digunakan di Pariaman. “Gerbong kereta api yang pertama kali ke Pariaman dulunya adalah Dang Tuanku, itu yang kita minta. Kalau tidak salah pengadaannya tahun 1958, termasuk lokomotifnya juga,” ujar Yandrileza.

Ia menyebutkan, itu merupakan kebutuhan pertama sekali untuk museum dari yang diminta 1 Lokomotif 4 gerbong. “Yang penggunaannya pertama sekali adalah untuk edukasi perkereta apian, tempat orang berkunjung dan pengetahuan sejarah kereta api di pariaman bagi anak sekolah,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari 4 gerbong yang diminta, tanpanya terealisasi hanya 1 gerbong dan 1 lokomotif yang akan ditempatkan di lokasi museum seluas 2 Hekatre. (war)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus Positif Baru Covid-19 di Tanahdatar Terus Meningkat

Kam Agu 13 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Kasus positif baru Covid-19 di Tanahdatar terus meningkat. Kamis (13/8) kemarin, pasien positif baru bertambah lagi, berjumlah 13 orang atau naik dari hari sebelumnya. Sehingga total keseluruhan kasus positif saat ini sebanyak 38 orang. Sedangkan angka pasien sembuh mencapai 13 orang. Dan angka yang meninggal dunia terkonfirmasi […]