20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

MAN 3 Padang Bangun Kelas Darurat Secara Swadaya

PADANG, KP – Membludaknya antusiasme orangtua menyerahkan pendidikan anak-anaknya ke MAN 3 Padang membuat pihak madrasah memutuskan untuk membangun kelas darurat. Pembangunan itu dilakukan secara swadaya dan telah dimulai sejak pekan lalu.

“Jumlah siswa baru kelas X hampir mencapai 400 orang. Sementara yang lulus hanya sekitar 200 orang. Sehingga terjadi over kapasitas daya tampung. Setelah berdikusi dengan wakil kepala dan kepala tata usaha, maka kita sepakat membangun kelas darurat,” ujar Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, kemarin.

Ia mengakui saat ini pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid-19. Pembelajaran dilakukan dengan sistem daring (oline). Dengan demikian, over kapasitas siswa baru belum begitu berpengaruh secara fisik pada kekurangan kelas maupun sarana dan prasarana lainnya.

“Namun demikian, kita tetap menyiapkan kelas darurat. Insya Allah, jika pandemi covid-19 ini mereda atau berakhir nanti dan pembelajaran tatap muka dimulai lagi, kita sudah siap dengan kelas darurat ini untuk menampung siswa,” bebernya.

Namun, Afrizal masih memikirkan sarana dan prasarana belajar lainnya yang dibutuhkan, seperti kursi dan meja. Tidak mungkin siswa belajar di lantai. Untuk itu, ia sangat berharap ada bantuan dari berbagai pihak untuk kebutuhan sarana dan prasarana belajar tersebut. Sebab, ia tidak ingin mengecewakan orangtua siswa yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke MAN 3 tidak dibarengi dengan kualitas dan fasilitas belajar yang memadai.

“Kalau untuk SDM, Insya Allah tenaga pendidik kita siap memberikan yang terbaik untuk mencerdaskan generasi masa depan bangsa,” tutur Afrizal yang biasa dipanggil Abah itu didampingi Waka Humas Ihsan Lubis, Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung, Waka Sarpras Mashuri, dan Waka Kesiswaan Robby Esa.

Hingga saat ini pengerjaan kelas darurat secara swadaya itu sudah berhasil melakukan pengukuran kelas, pembatasan lahan, serta melakukan pendataran bidang tanah. Bahkan, saat ini sedang dibangun pondasi yang dilanjutkan dengan tiang-tiang utama dan dinding. Pembangunan kelas darurat itu terpaksa ‘mengorbankan’ areal parkir kendaraan. Sehingga, kendaraan milik guru dan siswa jika mereka sudah bersekolah nanti diparkir di bagian lain madrasah dan ada juga yang di luar madrasah.

“Alhamdulillah, warga setempat bersedia lahannya yang tidak terpakai untuk dijadikan tempat parkir kendaraan. Untuk itu kita mengucapkan terimakasih atas pengertian dan kerjasamanya,” ulas Afrizal.

Dalam pengerjaan kelas darurart itu, Afrizal langsung turun dan bahu-membahu bergotong-royong. Sebab, pengerjaannya juga dilakukan secara swadaya dengan melibatkan guru dan pegawai. Gotong-royong itu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Sedangkan guru dan pegawai perempuan menyiapkan camilan ringan.

“Karena pandemi, maka gotong-royong pengerjaan kelas ini kita lakukan secara terbatas untuk menghindari kerumunan sesuai protokol kesehatan covid-19. Mudah-mudahan dengan bergotong-royong ini juga dapat meningkatkan imun tubuh sebagai pengganti olahraga” pungkas Afrizal. (ak)