Pemkab Padangpariaman Ajukan Proposal Rehabilitasi Fasum Senilai Rp 193 Miliar

PARITMALINTANG, KP – Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mengajukan proposal permohonan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum atau sarana vital untuk daerah yang telah terdampak bencana. Permohonan itu akan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Jakarta. Dengan nilai proposal yang diajukan sebesar Rp 193 miliar yang tersebar di 21 titik lokasi terdiri dari infrastruktur jalan, jembatan, penanggulangan banjir dan lainnya.

Bupati Padangpariaman melalui Kepala BPBD Budi Mulia, berharap apa yang telah direncanakan melalui usulan proposal ke BNPB Pusat dapat mengakomodir dan direalisasikan tahun depan. “Sesuai arahan Bupati, jumlah semua usulan yang diajukan dapat diprioritaskan untuk rehabilitasi dan rekontruksi fasilitas umum atau sarana vital terdampak bencana,” ungkapnya saat menerima kunjungan Inspektorat Padangpariaman di kantornya, Senin (13/8).

Dikatakannya, salah satu item yang akan diusulkan BNPB, yakni Jembatan Lubuk Napa Kecamatan Padang Sago dengan proposal sebesar Rp 36 miliar. Jembatan tersebut menjadi skala prioritas karena telah ambruk dan rusak parah akibat luapan air sungai beberapa tahun silam. Akibatnya, akses transportasi masyarakat menjadi terganggu, apalagi daerah tersebut merupakan sentra perkebunan, yaitu papaya.

Kemudian, usulan untuk penggulangan banjir di Kecamatan Sungai Limau dan sekitarnya. Diketahui, meluapnya sungai di Sungai Limau mengakibatkan banjir apabila curah hujan tinggi. Sebelumnya, tambah Budi Mulia, proposal yang diantar langsung oleh Bupati Ali Mukhni telah disetujui dan direalisasikan Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni  Monardo. Yakni pembangunan Jembatan Sikabu Kayu Gadang Kecamatan Lubuk Alung senilai Rp 25 miliar yang telah diterima dananya sejak akhir Desember 2019 lalu.

“Alhamdulillah, sebelumnya proposal kita disetujui, yaitu dana Rp 25 miliar untuk Jembatan Sikabu dan saat ini sedang proses pengerjaan. Sekarang kita ajukan lagi mudah-mudahan diakomodir BNPB Pusat,” harapnya.

Terpisah, Bupati Ali Mukhni membenarkan bahwa proposal tersebut telah diajukannya kepada pemerintah pusat. Karena APBD sangat terbatas, sehingga tidak terakomodir pada dana daerah. “Dana kebutuhan penganan bencana tidak sedikit, butuh ratusan miliar dan APBD tidak sanggup membiayai. Untuk itu kita berjuang bersama-sama memenuhi harapan rakyat. Mohon doa ranah dan rantau,” ujar Bupati Ali Mukhni yang terkenal jago lobi itu. (war)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pasaman Terima 20 Unit Alat Pengelolaan Sampah dari PT. Semen Padang

Sel Sep 1 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman menerima bantuan 20 unit alat pengelolaan sampah dari PT. Semen Padang. Bantuan dari PT. Semen Padang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) itu diberikan kepada Dasawisma Kemiri 8 Jorong Sentosa, Nagari Panti Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman dalam program wanita peduli sampah, terutama bagi […]