18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Seorang Tahanan Diduga Dianiaya di Rutan Anak Air

PADANG, KP – Salah seorang tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Anak Air, Kota Padang, bernama Ances Setiawan diduga dianiaya oleh sesama tahanan. Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di sel Blok D 1 rutan yang berlokasi di Jalan Anak Air Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu lalu (29/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

Atas perlakuan tersebut, keluarga korban membuat laporan ke Polresta Padang dengan laporan Polisi Nomor LP/459/B/IX/2020/Resta SPKT-Unit II tertanggal 1 September 2020.

“Hari ini (kemarin – red) kami telah medatangi SPKT Polresta Padanguntuk mengajukan laporan atas tindakan (penganiayaan), diduga dilakukan oleh sesama tahanan di Rutan Anak Air,” ujar Penasehat Hukum Vino Octaviausai mendampingi keluarga korban mengajukan laporan, Selasa (1/9).

Dikatakannya, akibat penganiayaan tersebutkorban dilarikan ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Korban mengalami luka lebam dan memar di bagian wajah. Korban juga melakukan CT Scan pada bagian belakang kepalanya untuk mengetahui apakah adanya keretakan.

Keluarga berharap pihak kepolisian mengungkap pelaku yang disinyalir telah melakukan penganiayaan tersebut.

“Polisi masih melakukan penyelidikan. Kita harap polisi bisa mengungkap pelaku dan diproses sesuai hukum yang berlakuagar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Rutan Anak Air Padang Eri Irawan mengatakanpasca penganiayaan yang terjadi disalah satu blok sel tahanan tersebuttelah dilakukan penjagaan ketat oleh petugas serta penanganan secara maksimal.

“Kami telah memberikan penanganan medis terhadap tahanan dengan membawanya ke rumah sakit, melaksanakan CT Scan, dan lainnya,” ucap Eri.

Menurutnya para tahanan yang ada di blok tempat penganiayaan itu saat ini dijaga secara ketat. Masing-masing tahanan yang satu blok dengan korban juga telah diperiksa satu-persatu.

“terkait laporan yang dilakukan oleh pihak keluarga korbanitu merupakan haknya dan kami menghormatinya,” pungkasnya. (frd)