18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

DIDUGA BERBUAT MESUM Seorang Perempuan Diarak Keliling Kampung – Polisi Buru Penyebar Video

PADANG, KP – Aksi persekusi terjadi di Kabupaten Pasaman. Seorang perempuan yang diduga berbuat mesum diarak keliling kampung oleh warga dan divideokan. Bahkan, video itu juga sempat diunggah di salah satu akun Youtube.

Namun, saat beritaini diturunkan video serta akun YouTube yang mengunggah video tersebut tidak ditemukan lagi. Tapivideo itu sudah terlanjur beredar di media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp Grup.

Dalam video ituterlihat seorang perempuan yang diketahui berumur 25 tahun diarak puluhan warga. Saat diarak, perempuan itu tanpa mengenakan baju. Dia hanya menutup tubuhnya dengan celana yang ia pakai.Tidak hanya itu, sembari diarak, perempuan itu juga didorong-dorong warga. Bahkan, ada yang menarik paksa celana wanita yang menutup bagian dadanya tersebut.

Peristiwa itu diakui Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.Menurut Satake, peristiwa itu terjadi Minggu lalu (30/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Perempuan yang ada dalam video tersebut sebelumnya digerebek wargakarena kedapatan berbuat mesum.

“Sebelumnya sudah dinasehati beberapa kali oleh warga sekitar, termasuk pasangan prianya. Namun, mereka tak mengindahkan. Lalu, pada har Minggu itu mereka digerebek dan diarak warga,” ujar Satake dikutip dari Langgam.id, Rabu (2/9).

Terkait beredarnya video persekusi perempuan tersebut di media sosial, juga diakui Satake. Menurutnya, aksi tersebut direkam oleh salah seorang warga yang tidak diketahui identitasnyakemudian diposting di YouTube.

“Akibatnya, banyak yang melihat dan membagikan. Kemungkinan juga ada yang mengunduh video itu dan menyebarkannya di WhatsApp grup. Namun, hasil penulusuran sementara di YouTube, video itu tidak lagi ditemukan,” ungkapnya.

Ditegaskan Satake, atas kasus itu Polres Pasaman sudah melakukan penyelidikantermasuk mencari tahu siapa yang mengunggah video itu YouTube dan menyebarkannya ke media sosial.

“Masih dalam penyelidikan, termasuk tindakan masyarakat yang mengandung unsur pidana. Orang yang memvideokan serta mengunggahnya ke YouTube juga kita telusuri,” katanya. (Irwanda/ZE)