19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

‘Sarugo’, Kampung Wisata Adat di Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, KP – Ada bermacam ragam keindahan wisata di Sumatra Barat. Salah satunya ada di Kabupaten Limapuluh Kota, sebuah perkampungan wisata adat Saribu Gonjong (SARUGO) yang unik. “Kampung wisata adat yang terletak di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Sumbar Ini adalah destinasi wisata baru yang memperlihatkan wisata adat dan budaya dalam sebuah kampung,” ungkap Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit saat berkunjung, Selasa (1/9).

Wagub Nasrul Abit bersama istrinya Hj. Wartawati, terkagum-kagum senang menikmati keindahan alam saat mengunjungi kampung wisata Sarugo. Di mana terlihat keindahan alam yang dikelilingi perbukitan bertautan yang di tengah-tengahnya sebuah perkampungan wisata Adat Seribu Bagonjong. Tidak hanya itu, pada kunjungan tersebut wagub juga disambut dengan kemeriahan tari gelombang dan ratusan masyarakat Sungai Dadok Nagari Koto Tinggi menggunakan pakaian adar Minang yang ada sebagai kebiasaan masyarakat.

“Sarugo ini lokasi wisata luar biasa. Memang perlu dibenahi, terutama akses jalan dan berbagai hal yang menonjolkan potensi wisata kampung adat Sarugo ini. Saya yakin potensi wisata adat tidak kalah dengan destinasi keindahan dan keunikan wisata lain,” ungkap Nasrul Abit.

Selain pemandangan yang indah, pengunjung dimanjakan dengan fasilitas petik sendiri jeruk yang dikenal dengan jeruk harum dan manis Gunung Omeh. Untuk itu Wagub berharap, kawasan wisata itu dilakukan untuk melestarikan budaya daerah khususnya budaya adat istiadat Minangkabau, sekaligus tempat wisata itu dapat menjadi tujuan wisatawanmemahami etika adat sebagai karakter jati diri anak nagari di daerah tersebut.

“Karena ini merupakan wisata budaya adat, masyarakat di sini harus mengerti dengan adat istiadat. Mulai dari penyambutan hingga perilaku etika sebagai masyarakat minang yang berbudaya dalam tutur dan budi perkerti menjamu para wisatawan yang berkunjung,” terangnya.

Dijelaskannya, mempersiapkan adat budaya dapat meningkatkan desa agrowisata, serta membentuk karakter masyarakat sadar wisata. Baru setelah itu mempersiapkan tempat-tempat nyaman untuk para pengunjung. “Selamat atas dibukanya lokasi wisata baru dan semoga menjadi multi efek baik bagi kemajuan pembangunan daerah serta meningkatnya perekonomian bagi seluruh masyarakat sekitar,” harapnya.

Namun dalam menjaga kesehatan dan keselamatan berwisata di Sumbar, Nasrul Abit berpesan, di masa pandemi ini tolong saling menjaga. Pengunjung harus ikuti protokol kesehatan dan wajib menggunakan masker, sebab Covid-19 tak mengenal tempat dan siapa saja bisa terpapar.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra mengatakan, wisata Kampung Saribu Gonjong ‘Sarugo’ menjawab keinginan masyarakat selama ini yang ingin menjadikan daerah tersebut sebagai wisata adat di Limapuluh Kota. “Jika dikelola secara profesional, masyarakat akan mendapat peningkatan penghasilan dan kesejahteraan,” sebutnya.

Deni Asra juga mengatakan, Jorong Sungai Dadok masih terjaga kelestarian budayanya. Dengan begitu banyak keinginan masyarakatnya untuk menjadikan kampungnya sebagai daerah wisata adat.

Sedangkan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Riki Saputra menjelaskan, selama ini pihaknya telah menurunkan ratusan mahasiswa UMSB melaksanakan KKN di Kenagarian Koto Tinggi, termasuk di Jorong Sungai Dadok. Menurutnya, melalui mahasiswa KKN itu nantinya dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar untuk sadar akan wisata, karena Kampung Wisata Adat Saribu Gonjong diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Limapuluh Kota. “Saya optimistis wisata Sarugo ini menjadi destinasi wisata terkenal, karena memiliki keindahan eksotis,” sebutnya optimis.

“Dengan dukungan pemerintah, kami berharap ke depannya kawasan wisata ini disukai masyarakat, sehingga menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk berwisata,” tambahnya.