18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Banjir Bandang Terjang Simpang Sugiran

LIMAPULUH KOTA, KP- Hujan deras mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu sore (2/9), dan menyebabkanbanjir bandang di Jorong Bonca dan Jorong Baliak, Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak. Akibatnya sebuah jembatan penghubung dua jorong hanyut terbawa air dan puluhan hektare sawah serta kolam ikan rusak.

“Hujan deras membuat air Bonda (Sungai) Datuak Amatmeluap dan menghanyutkan jembatan penghubung jalan lingkar antara Jorong Bonca dan Baliak. Kemudian ada tiga kolam ikan serta sekitar 10 hektare sawah habis dibawa banjir Bandang,” sebut tokoh masyarakat sekaligus mantan Walinagari Simpang Sugiran,Iswaris Chan, Kamis (3/9) dilokasi bencana.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa,namun akibat peristiwa naas itumasyarakat mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, bila air besar itu tidak cepat dikendalikan masyarakat, dipastikan satu unit rumah milik Yopial ikut hanyut dihantam banjir bandang itu. Kini kekhawatiran masyarakat setempat terhadap Surau Jambu yang berada tidak jauh dari aliran Bonda Datuak Amat.

“Kalau kemarin itu tidak cepat dikendalikan masyarakat, maka rumah saya sudah hanis dihantam banjir bandang ini. Hanya sampai di kolam ikan yang ada di depan rumah kemudian air membelok ke kirikemudian membawa sawah-sawah masyarakat,” sebut Yopialmenceritakan sekilas kejadian kepada wartawan saat kunjungan Wakil Bupati H Ferizal Ridwan kelokasi.

Amyusri, masyarakat lainnya yang sawahnya ikut dihanyutkan derasnya banjir bandang menjelang malam itumenyebut bahwa sawahnya itu sudah hilang bersama derasnya banjir bandang. Meski belum ditanami padi, namun kerugian besanya adalah sudah tidak memiliki sawah dilokasi Jorong Sawah Boncah.

“Harapan kita harus diperbaiki Banda Datuak Amat ini. Ini sudah yang kedua kalinya terjadi, sebelumnya Desember 2019 lalu dan itu hanya dibagian bawah. Kita juga harapkan kepada pemerintah agar batang air dibenahi karena bencana ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap upaya yang dilakukan pemerintah tidak sekadar membersihkan material yang menghalangi air di aliran Bonda Datuak Amat tetapi harus tuntas dengan perbaikan dibagian sisi kiri dan kanan bonda.

“Jangan sekadar disibak-sibak kemudian tidak ada lagi perhatian,”tukasnya.

Sementara, Wakil Bupati Limapuluh KotaH. Ferizal Ridwanmenyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang itu. Hanya saja, kerugian materi disebabkan putusnya jembatan penghubung masyarakat jorong Boncah dengan jorong Baliak. Kemudian juga kerugian kolam ikan dan sawah masyarakat.

“Saat ini kita fokus pada penyelamatan akses masyarakat kemudian aliran air agar tidak terhambat. Kedepan kita lakukan perbaikan terhadap aliran sungai iniagar tidak ada lagi banjir bandang yang berdampak terhadap areal pertanian masyarakat,” sebut wabup.

Disampaikan Ferizal Ridwan, satu alat berat bersama tim BPBD Limapuluh Kota sudah melakukan evakuasi teehadap tumpukan material banjir bandang di dalam aliran Bonda Datuak Amat. (dst)