20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kementan Gandeng TNI AD Kerjasama Program Peternakan 1.000 Desa Sapi

JAKARTA, KP – Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng TNI AD untuk bekerja sama dalam bentuk pendampingan pada pelaksanaan program peternakan 1.000 desa sapi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan bahwa pelaksanaan program peternakan ini sebagai Instruksi Presiden Joko Widodo. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut Menteri Pertanian dan Panglima TNI telah menandatangani dengan Nota Kesepahaman Nomor 10/MOU/HK.220/M/4/2020 pada tanggal 1 April 2020 tentang Dukungan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kita perlu bersinergi dalam mengoptimalisasikan program untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program 1.000 desa sapi,” kata Nasrullah dalam penyusunan perjanjian kerja sama antara Ditjen PKH Kementan dengan TNI AD di Bogor, Kamis (3/9).

Nasrullah menyampaikan dalam situasi pandemi COVID-19 ini, pemerintah terus berupaya dalam memenuhi kecukupan pangan khususnya protein hewani. Untuk itu diperlukan akselerasi peningkatan populasi sapi dan produksi daging sapi melalui program 1.000 desa sapi. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.

Program 1.000 desa sapi juga telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024.

Nasrullah menjelaskan bahwa Super Prioritas Program Peternakan (SP3) 1.000 desa sapi tahun anggaran 2020 merupakan kegiatan pengembangan sapi indukan dan sapi bakalan dengan berbasis korporasi petani atau peternak.

Pada tahap awal sebagai pilot project, program ini akan diimplementasikan di lima provinsi pada tahun 2020 yakni, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Perjanjian kerja sama antara Kementan dengan TNI AD melingkupi pembinaan dan pendampingan program, penyelesaian permasalahan sesuai tupoksi para pihak dan memberikan motivasi dan mobilisasi penerima manfaat dalam pelaksanaan kegiatan program serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Dukungan TNI AD melalui Babinsa diharapkan mampu meminimalisasi risiko permasalahan yang mungkin akan terjadi di lapangan sesuai dinamika masyarakat desa agar dapat berjalan lebih baik,” kata Nasrullah.

Dalam kesempatan yang sama Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD Nurchahyanto memberikan dukungannya terhadap kinerja Kementan. Menurut dia, sinergitas akan lebih cepat mencapai keberhasilan, serta pendampingan dapat dilakukan segera mungkin sehingga sesuai dengan target yang diharapkan.

“Sebagai program super prioritas, tentunya nilainya sangat strategis, begitu PKS (Perjanjian Kerja Sama) ditandatangani, kami segera bersinergi dengan melakukan sosialisasi ke semua lini TNI AD terkait perjanjian kerja sama ini,” kata dia.(ant)