29 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Masih Banyak Aset Kabupaten Solok Dibiarkan Terlantar

SOLOK, KP – Anggota DPRD Kabupaten Solok Lucki Efendi, mengaku sangat prihatin dengan masih banyaknya aset milik Pemerintah Kabupaten Solok yang bernilai miliaran rupiah dan tersebar di beberapa titik, sampai saat ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Bahkan dibiarkan tidak terurus dan terlantar hingga bertahun-tahun. “Harusnya hal ini tidak boleh terjadi karena semua aset tersebut dibangun dengan dana APBD dan APBN yang tidak sedikit dan mestinya bisa dimanfaatkan Pemda untuk kepentingan masyatakat,” sebut Lucki Efendi, Jumat (4/9).

Lucki mencontohkan, aset Pemkab Solok yang dibiarkan terlantar antara lain proyek labor dan pustaka yang ada di Bukit Putus yang dulu diproyeksikan sebagai penunjang susksesnya prasarana pendidikan, namun sampai saat ini dibiarkan begitu saja. “Kan sayang, letaknya sangat strategis, sayang tidak dimanfaatkan,” sebut Lucki Efendi.

Kabarnya sebut Lucki, gedung tersebut dibangun satu paket dengan bangunan serupa di Sungai Nanam dekat lapangan sepakbola. Dana yang dialokasikan untuk dua bangunan tersebut waktu itu kabarnya mencapai Rp1,75 miliar, berikut bangunan pustaka terpadu dengan dana sekitar Rp 300 juta.

Kemudian pihaknya juga menyorot pusat promosi oleh-oleh Kabupaten Solok yang berada di batas kota Solok dan Nagari Salayo, juga tidak dimaksimalkan sebagaimana semestinya. Serta yang tidak kalah pentingnya kata dia, adalah Nasib Taman Hutan Kota Wisata Terpdau (THKW) Sukarami yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Tugu Ayam Arosuka, juga belum menghasilkan apa-apa.

Sementara itu lanjutnya, Bupati Solok H. Gusmal juga sudah berjanji akan melanjutkan pembangunan THKT tersebut. Di mana Taman Hutan Kota Terpadu yang digagas semasa pemerintahan Bupati Gusmal dan Wabup Desra Ediwan, nasibnya terbengkalai begitu lama dan kondisinya tidak terurus. Dan baru kemudian dilanjutkan pada tahun 2017, saat H. Gusmal dan H. Yulfadri Nurdin terpilih menjadi Bupati Solok. 

Berikutnya dia juga sangat menyangkan terlantarnya lokasi Res Are Lubuk Selasih dan juga gedung baru DPRD Kabupaten Solok yang dibangun Pemko Solok untuk tukar guling dengan aset Pemkab di Kota Solok yang sampai saat ini dibiarkan seperti tak bertuan. Tidak hanya itu, juga ada bangunan yang masih dibiarkan terlantar, seperti beberapa rumah Dinas guru, Pasar Sayur Sukarami yang sudah beralih fungsi dan masih banyak lainnya.

“Sangat disayangkan kita punya rest area yang bagus di Salayo, tapi dibiarkan terlantar. Padahal kalau kita manfaatkan dan kelola sebagai pusat informasi wisata dan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti WC dan juga warung makanan,” tutur Lucki Efendi.

Sementara pihaknya berjanji akan membicarakan hal itu dengan Pemkab Solok agar pemanfaatan rest area tersebut bisa terwujud, minimal untuk pusat promosi wisata Kabupaten Solok ke depannya. Selain itu Lucki juga menyorot terlantarnya beberapa buah bangunan pembibitan pertanian di Sungai Nanam yang berdiri di atas tanah sekitar 10 hektare dan juga dibiarkan terlantar. “Kita sudah minta bagian aset untuk menata ulang semua bangunan yang dibiarkan terlantar oleh pemerintah,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu. (wan)