27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Tahun depan Kemendikbud Terapkan Kurikulum Baru

JAKARTA, KP – Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Maman Fathurrahman mengatakan kurikulum baru akan diterapkan mulai tahun ajaran 2021/2022 mendatang.

“Launching sekitar Maret 2021dan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2021/2022,” ungkapnya, Jumat (4/9).

Kurikulum baru itu bakal diterapkan secara bertahap di sekolah penggerak dan sekolah umum yang berminat menerapkannya. Implementasinya juga dilakukan di beberapa jenjang terlebih dahulu, seperti siswa kelas I, IV, VII, dan X.

Sekolah penggerak adalah sekolah yang memiliki kepala sekolah lulusan program guru penggerak dan memiliki guru penggerak dengan jumlah banyak. Guru penggerak sendiri merupakan program pelatihan guru milik Kemendikbud yang bertujuan mencari guru yang memiliki potensi berinovasi.

Meski demikian, kata Maman, Kurikulum 2013bakal tetap diberlakukan sebagai pilihan jika sekolah belum berkenan mengubah cara belajar-mengajar. Ia menjelaskan kedua kurikulum itu seyogyanya memiliki tujuan serta struktur yang sama.

“Yang berbeda dari kurikulum baru adalah penerapan konsep merdeka belajar di satuan pendidikan. Dalam hal inikurikulum baru akan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan tiap sekolah dan siswa.Akan ada banyak pilihan atau kebebasan untuk implementasi. Satuan pendidikan juga dapat menggunakan yang disiapkan pemerintah atau mengembangkan sesuai karakteristik visi dan misi sekolah,”terangnya.

Pada kurikulum baru, imbuhnya, bakal tersedia beragam pilihan buku dan modul yang bakal menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa di sekolah.

Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bakal menguji coba kurikulum baru tahun 2021. Kurikulum itu bakal menginstruksikan guru mengajar sesuai kemampuan siswa.

“Tidak diseragamkan kompetensinya, tapi diberi kemerdekaan guru mengajar di level yang tepat untuk anaknya. Anak tidak belajar kalau terlalu gampang, anak tidak belajar kalau terlalu sulit,” katanya di Gedung DPR, Senayan, Kamis (3/9).

PROGRAM BELAJAR DARI RUMAH LEWAT TVRI TETAP BERLANJUT PADA 2021

Di sisi lain, MendikbudNadiem Makarim berencana tetap melaksanakan program belajar dari rumah melalui saluran TVRI hingga tahun 2021. Rencana itu dilaksanakan meskipunjika tahun depan pandemi covid-19 sudah mereda.

“Pembelajaran dari rumah melalui TVRI bukan hanya suatu yang kami lakukan di masa pandemi, tetapi ini merupakan inovasiyang mendapat respons positif masyarakat. Sehingga, kita akan terus meningkatkan ini ,” kata Nadiem.

Ia menyebut pembelajaran melalui saluranTVRI merupakan suplemen untuk pendidikan di Indonesia, baik secara kurikulum maupun non-kurikulum. “Karena itu, ini akan kita terus tingkatkan dan besarkan kualitasnya,” tutur mantan CEO GoJek itu.

Terkait konten pembelajaran di program TVRI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp132 miliar. Program itu tertera dalam paket Kegiatan Prioritas Merdeka Belajar pada digitalisasi digital.

Selain berencana menyalurkan anggaran dalam konten pembelajaran di program TVRI, Nadiem juga hendak menggelontorkan dana sebesar Rp109,85 miliar untuk penguatan platform digital, Rp74,02 miliar untuk baham belajar dan model media pendidikan digital, serta Rp1,175 miliar untuk penyedia sarana pendidikan.

Ketiga program itu termasuk dalam paket Kegiatan Prioritas Merdeka Belajar pada digitalisasi digital. Selain itu, seluruh konsep program masuk pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Kebijakan Belanja K/L Tahun 2021. (cnn)