18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terpengaruh Video Porno, Ayah ‘Garap’ Anak Kandungnya Korban Masih Balita, Dicabuli Hingga Pendarahan

PAYAKUMBUH, KP – Seorang pria berinisial RS (32 tahun) warga Jorong Suayan Sabar, Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota pantas diberi label ayah bejat. Gara-gara dikuasai nafsu setan, dia tega menggarap anak kandungnya sendiri yang masih berumur 4 tahun hingga mengalami pendarahan.

Kapolres PayakumbuhAKBP Alex Prawiramelalui Kasatreskrim AKP M.Rosidi mengungkapkan, perbuatan bejat ayah terhadap anak kandungnya itu diketahui ibu korbanSelasa lalu (1/9).Saat itu ibu korban kaget melihat bagian kemaluan anaknya mengeluarkan darah. Ia langsung melarikan korbankeRSUD Adnan WD Payakumbuh.

Bagai disambar petir di siang bolong, sang anak menceritakan kepada ibunya bahwa ia mengalami pendarahan setelah disetubuhi oleh ayahnya pada Senin (31/8) sekitar pukul 22.00 WIB di dalam kamar pelaku di Jorong Suayan Sabar.

Tidak tahan mendengar cerita sang anak, rasa kesal, marah, dan emosi bercampur aduk menyelimuti hati dan perasaan sang ibu. Ia langsung mendatangi Mapolres Payakumbuh, di Jalan Pahlawan, Labuah Silanguntuk melaporkan perbuatan bejat sang suami.  

“Memang ada laporan dari pelapor (ibu korban – red) terkait dugaan persetubuhan terhadap anaknya hingga pendarahan. Setelah menerima laporan, kita lakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku,” sebut AKP M.Rosidi, kemarin.

Ia menuturkan, perbuatan bejat ayah rutiang itu terungkap saat RS mengantarkan anaknya kepada ibunya. Sebab kedua orangtua korban sudah pisah ranjang sejak lebaran Idul Fitri lalu. Sebelumnya, korban sering tidur dengan ayahnya itu.

“Dari keterangan korban kepada ibunya, peristiwa bejat itu dilakukan pelaku sebanyak enam kali dalam rentang waktu Bulan Agustus lalu. Akibatnya, korban mengalami pendarahan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit serta mengalami trauma psikis,” ucap AKP M.Rosidi.

Sementara,penasihat hukum terduga pelaku RS, Setia Budi, membenarkan bahwa kliennya dan ibu korban tengah pisah ranjang. Meski begitu, korban masih sering ikut dan tidur bersama ayahnya.

“Saat itu korban minta diantar kerumah ibunya. Setiba dirumah ibunya itu, korban minta minum. Secara tidak sengaja air minum tumpah dan membasahi baju serta celana korban dan terlihat warna darah. Saat ditanya oleh ibunya, korban mengaku terjatuh dari sumur. Begitu juga saat ditanya kepada ayahnya, didapat jawaban yang sama bahwa putri mereka itu jatuh dari sumur,” ucap Setia Budi yang menjadi penasehat hukum RS setelah mendapat penunjukan dari pihak kepolisian itu saat dihubungi wartawan.

Sementara kepada penyidik tersangka RS mengaku tergiur mencabuli anak kandungnya itu karena   terpengaruh setelah membuka aplikasi ‘si montok’. Aplikasi berjenis VPN itu biasanya digunakan untuk membuka situs dan video porno yang terblokir.