18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Nagari Batang Barus Budidayakan Ikan Larangan

SOLOK, KP – Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat berada di pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Selain memiliki situs budaya berupa Masjid Tua Kayu Jao, Nagari Batang Barus juga sukses  mengembangkan budidaya ikan sungai, seperti nila, gariang dan gurame di tiga anak sungai pada tiga jorong di daerah itu.

Ketiga jorong yang telah menjalankan program budidaya ikan sungai tersebut yakni Jorong Lubuk Selasih, Kayu Aro dan jorong Kayu Jao. Setidaknya di masing-masing tiga anak sungai itu telah dilepas 600 kg bibit ikan jenis nila dan gurame, dengan pelaksana program kegiatan budidaya ikan sungai larangan oleh para pemuda. Budidaya ikan sungai itu, selain di Nagari Batang Barus, juga terdapat di nagari Sariak Alahan Tigo, Sungai Abu, Sungai Lasi, Batu Bajanjang dan lain sebagainya.

“Kalau ikan larangan ini didukung masyarakat, maka kita optimis akan sukses ke depannya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,” jelas Walinagari Batang Barus Syamsul Azwar, Senin (7/9).

Menurutnya, manfaat budidaya ikan sungai larangan itu sangat direspon dan didukung seluruh pemuda jorong serta masyarakat Nagari Batang Barus, karena sangat bagus dalam rangka pelestarian lingkungan. Program budidaya ikan sungai larangan itu juga didukung manajemen pabrik Aqua Solok, dengan memberi bantuan bibit ikan kepada pemuda.


Syamsul Azwar juga menyebutkan, program budidaya ikan sungai larangan itu dalam rangka melestarikan habitat asli di anak sungai setempat seperti ikan bauang, limbek, gariang, ikan tilam dan ikan tali-tali, udang sejenis ikan teri berbentuk ukuran kecil. “Nantinya ikan larangan ini akan diatur oleh Perna melalui rapat dengan Badan Musyawarah Nagari (BMN) Nagari Batang Barus,” tambahnya. 

Bagi yang melanggar lanjutnya, diberi peringatan oleh aparat pemerintahan nagari dan ikan baru akan dipanen setahun sekali. Cara panen ikan di aliran anak sungai itu jelasnya, akan dilakukan dengan cara digelar lomba memancing ikan oleh para pemuda, uang pendaftaran pesertanya kelak akan dijadikan kas pemuda untuk mendanai program kegiatan pemuda di Nagari Batang Barus. 

“Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menaati larangan dengan tidak memancing atau memukat ikan di sepanjang aliran anak sungai,” pungkasnya. (wan)