28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Konsekuen

PROTOKOL kesehatan diterapkan seara maksimal di Masjid Raya Sumbar. Siapa saja yang ingin salat berjemaah dalam masjid wajib bermasker, cuci tangan, dan menjaga jarak selama beribadah.

Mungkin di Masjid Raya Sumbarlah penegakan protokol kesehatan paling disiplin dilaksanakan, diluar lembaga pemerintahan.

Mematuhi protokol kesehatan tentu dapat mempersempit gerak corona. Selama tidak ‘disiplin’, jangan diharap makhluk tak nampak itu akan meninggalkan negeri ini.

Kenapa Masjid Raya Sumbar konsekuen melaksanakan protokol kesehatan? Sebab pengurusnya juga konsekuen. Apa yang jadi tupoksi petugas Masjid Raya Sumbar dilaksanakan dengan maksimal oleh mereka yang diberi tanggungjawab. Ada banyak pelayanan umum di daerah ini, apakah semuanya konsekuen dalam melakanakan protokol kesehatan seperti di Masjid Raya Sumbar? Untuk menjawab pertanyaan itu bisa lihat sendiri pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi keramaian lainnya. Pasar, pusat perbelanjaan, pesta, objek wisata. Merisaukan atau tidak? Tentu tergantung pada penilaian masing-masing.

Jika protokol kesehatan tidak dipatuhi, jangan diharap corona si makhluk aneh itu menghilang dari kampung kita. Problema sosial pun akan terus terjadi. Tak terbayangkan kalau korban corona terlunta- lunta dilanda kemiskinan dengan tindak kriminal yang semakin menjadi-jadi.

Dari beragam problema yang mendera di masa pandemi ini, pantas kita ke Masjid Raya Sumbar. Menyalin kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatanseraya berdoa, beribadah, dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Masjid Raya Sumbar yang konsekuen dalam menerapkan protokol kesehatan bisa menjadi rujukan bagi umat Islam di daerah ini untuk hidup sehat diridhoi Allah SWT. Aamiin. *