20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Korem 032/Wbr BeriPembekalan Kontra Radikal kepada Prajurit

PADANG, KP- Pesatnya perkembangan kemajuan teknologi di era globalisasi saat inimemunculkan berbagai persoalan dan permasalahan yang sangat krusial. Salah satunya adalah berkembangnya paham radikalisme. Adapun sasaran yang dituju bukan hanya masyarakat biasa saja tetapi aparat pemerintah TNI-Polri pun tetap mewaspadai kondisi tersebut karena jangkauannya mampu menembus lintas-lintas teritorial.

Guna mencegah dan mengantisipasi hal tersebut, Korem 032/Wirabraja (Wbr) menggelar ‘Pembekalan Kontra Radikalisme’ di Aula Sapta Marga Makorem 032/Wbr Jl. Jenderal Sudirman, Padang, Senin lalu (7/9).Kegiatan itu dibuka Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Madadiwakili Pasi Intel Mayor Inf Zul Padri dan diikuti lebih kurang 160 personel Korem 032/Wbr.

Dalam sambutannya, Danrem 032/Wbr menyampaikan bahwa radikalisme merupakan persoalan serius dan menjadi ancaman yang potensial bagi kondusivitas dan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembekalan ini diharapkan dapat memutus mata rantai dari sel-sel jaringan radikalisme yang dapat mebahayakan keutuhan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan sangat diperlukan kerjasama antara masyarakat dan aparat untuk membendung pengaruh radikal yang dapat berujung pada tindakan anarkis serta aksi aksi terorisme. “Sebagai prajurit selaku pembina kewilayahan, kita harus mampu berkoordinasi serta bekerjasama dengan semua komponen masyarakat dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi,” jelasnya.

Sementara, dalam sambutan Asintel Kasad Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko yang disampaikan Ketua Tim Binkom Kolonel Arm Ruly Chandra Yadi disebutkan bahwa perkembangan radikalisme di era globalisasi semakin meningkat ditambah berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat banyaknya gerakan maupun paham radikal muncul, terutama di media sosial.

Dipaparkannya, penyebaran paham radikal tidak hanya menyasar kepada masyarakat biasa, ASN, lembaga negara bahkan juga dapat menyusup kedalam diri personel TNI AD maupun keluarganya. Oleh karena itu, pengetahuan tentang bahaya paham radikal mutlak dibutuhkan sehingga dapat menjadi pengantar bagi diri sendiri maupun keluarga.

“Kegiatan pembekalan kontra radikalisme ini merupakan upaya penanaman nilai nilai nasionalisme serta nilai nilai non kekerasan melalui pembekalan, ceramah dan tanya jawab, diharapkan dengan pembekalan ini dapat terwujud pemahaman tentang bahaya penyebaran radikalisme bagi personel TNI AD dan keluarganya,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Asintel Kasad memberikan beberapa penekanan yang harus dipedomani dan dilaksanakan oleh para peserta diantaranya jadilah prajurit TNI AD yang memiliki integritas, dengan senantiasa meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan pahami informasi yang diberikan, sehingga dapat dipahami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tegasnya mengakhiri.

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan pembekalan tersebut Letkol Chb. Dayat Dwi Aryanto dengan materi Kontra Radikalismedan Letkol Inf Jarkasih dengan materi Pembinaan Mental Ideologi Kejuangan. (pen)